Dinila Bakal Rusak Lingkungan, Anggota DPRD Bangli Tolak Wacana Sampah Kiriman

Persindonesia.com, Bangli – Penghujung Tahun 2025, Masyarakat Bangli kembali menjadi resah dengan adanya wacana terkait Kabupaten Bangli bakal menjadi tempat penampungan sampah dari Denpasar dan Badung, pasca ditutupnya TPA Suwung. Selain meresahkan wacana yang bergulir tersebut memicu berbagai kecaman dari berbagai kalangan masyarkat tak kecuali Anggota DPRD Bangli, I Nyoman Muliawan.

Menurut Muliawan, berbicara persoalan sampah dirasa seluruh Kabupaten/Kota di Bali menghadapinya. Kata dia, berkaca pada Kabupaten Bangli sendiri, hingga kini persoalan sampah belum bisa tertuntaskan, bahkan pemungutannya pun belum maksimal. Akibatnya di sejumlah wilayah banyak sampah menumpuk yang menimbulkan kesan kumuh.

Baca Juga : Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan

Untuk menampung sampah di Bangli sebulan saja dirasa kita sudah kewalahan. “Nah, apalagi sekarang bakal ada kiriman sampah dari Kabupaten lain, apakah tidak berlebihan”, ucap Politisi dari Partai Nasdem ini, Jumat (26/12/2025).

Lebih lanjut kata Muliawan, Kabupaten Bangli terkenal dengan cuaca yang sejuk dan panorama alam yang indah. Selain itu memiliki Danau Batur yang mampu menopang kebutuhan air hampir di seluruh Kabupaten di Bali.

Dan jika kemudian ada wacana jadi tempat penampungan sampah, dikhawatir akan menyebabkan polusi dan pencemaran bagi lingkungan alam. Belum lagi mobilitas pengangkutan pastinya menimbulkan kebisingan dan kemacetan, sehingga menjadi krodit.

“Bangli itu kecil dan untuk PAD bertumpu pada sektor Pariwisata. Dan jika wacana tersebut disetujui, harus lihat dampak kedepannya”, tegas Anggota DPRD Bangli yang juga pecinta alam ini.

Ia menegaskan untuk membangun Bangli menjadi lebih baik segenap lapisan masyarakat pasti menginginkan apalagi pihaknya selaku wakil rakyat. Namun dampak baik dan buruknya harus tetap diperhatikan, jangan sampai alam dan lingkungan yang sudah asri, aman dan nyaman menjadi korban.

Baca Juga : Multi Strategi Pemkot Denpasar Tangani Sampah Pasca Terbakarnya TPA Suwung

Dan seharusnya kita bersama-sama menjaga dan menata pesona alam yang ada dengan baik untuk kemajuan daerah, sehingga predikat sebagai Kabupaten tersejuk dan asri dimata wisatawan tak terhapus oleh kesan kumuh dan polusi lingkungan.

“Kami mewakili masyarakat Kintamani menolak dengan adanya rencana Bangli menjadi penampungan sampah kiriman dari Denpasar dan Badung”, tegas Muliawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *