Ditengah Pandemi, Desa Botumoputi Menjadi “Kampung Tangguh Nusantara Sehati Rayakti’u”

Gorontalo Persindonesia.com – Pemerintah Desa Botumoputi dalam situasi penanganan serta pencegahan dan pemulihan ekonomi warga masyarakat akibat dari dampak COVID-19 sampai hari ini terus bersama-sama seluruh Staf Aparat, Mitra lembaga desa dalam memajukan Desa Botumoputi yang di pimpin oleh Kepala Desa (Kades), Sorton Rahim dan Ny. Eli Rahim Abas selaku ketua Tim Penggerak PKK telah mampu mengubah desa Botumoputi menjadi ” Kampung Tangguh Nusantara Sehati Rayakti’u “. Desa Botumoputi dari 16 desa yang ada di kecamatan Tibawa telah benar-benar berubah sejak kepemimpinan Kades, bapak Sarton Rahim dari tahun 2017 sampai saat ini, Minggu (18/7/2021).

Kepala desa Botumoputi Bapak, Sarton Rahim didampingi Sekretaris nya Ibu, Maryam Adam saat ditemui Persindonesia.com diruang Kantor mengatakan bahwa tujuan Pemerintah Kabupaten Gorontalo bagaimana desa itu harus benar-benar maju dalam memberdayaan masyarakat, sekaligus membangkitan ekonomi masyarakat desa walaupun diterpa pandemi COVID-19, maka dirinya bersama staf aparat Desa bersama masyarakat tetap bersemangat menghadapi situasi sekarang ini.
Sabtu (17/7/2021).

” Sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia termasuk Daerah Provinsi Gorontalo, dampaknya sungguh luar biasa karena seluruh sendi kehidupan masyarakat ikut terdampak. Kita ingin kesuksesan Desa Botumoputi ini bisa menjadi contoh dalam membuat, maupun mengawal kebijakan pemerintah untuk kebangkitan Kabupaten Gorontalo ‘” GEMILANG, “‘ kata Sarton.

Kepala desa Botumoputi Bapak, Sarton Rahim yang lebih akrab dipanggil Ti Ayah Tono oleh warga masyarakatnya, mengatakan bahwa kebangkitan Kabupaten Gorontalo Gemilang dimulai dari desa adalah suatu keniscayaan. Salah satu faktor penentu keberhasilan tersebut adalah Sosok Leadership (kepemimpinan).
” Karena visi dan misi kita yang kuat, kemudian dengan cepat mendaklanjuti pekerjaan dan tidak ada pantang menyerah, maka keteladanan itu pasti bisa untuk mensejahterahkan masyarakat kita. seperti dalam istilah keprajuritan, tak ada anak buah yang salah sebab yang salah adalah komandannya. Jadi pemimpin itu pegang peranan penting dalam pemberdayaan desa, ” jelas Sarton.

Diakhir wawancara, Ti Ayah Tono
menyampaikan bahwa di Desa Botumoputi penerima bantuan sosial bagi warga masyarakat terdampak COVID-19 di 5 (Lima) Dusun, antara lain; ” Penerima BLT yang sebelumnya sebanyak 198 sekarang tinggal 31 KK, Penerima BST yang awalnya, 98 KK sekarang sisa 54 KK, sedangkan penerima bantuan berupa PKH dan BPNT keseluruhan sebanyak 350 KK, ” ungkapnya.

Dengan demikian,
keberhasilan membangun masyarakat dan Desa Botumoputi membutuhkan perjuangan dan dukungan dari seluruh warga masyarakat dengan Kunci harus bisa GILA (Gagasan, Ide, Langsung, Aksi) termasuk teman-teman perangkat desa harus bisa membuktikan dengan kerja-kerja nyata dan terus menjalin silaturrahim dengan masyarakat, hal-hal masalahnya itu tinggal bagaimana kita bisa mengubah pola pikir (Mainset) masyarakat dari yang tidak baik menjadi lebih baik.

” Kita harus Positif Thinking dan yakin apa yang kita lakukan itu untuk kebaikan, pasti masyarakat akan mendukung. Alhamdulillah desa botumoputi mempunyai luas 1, 40 Hektare dengan jumlah penduduk sebanyak, 3117-Jiwa, dan 942 Kepala Keluarga yang ada di 5-Dusan desa Botumoputi, ” tutup Sarton Rahim, soraya berharap kepada warga masyarakat dalam situasi pandemik sekarang ini untuk selalu mentaati anjuran dan himbauan Pemerintah Daerah agar selalu memperhatikan Protokol Kesehatan yakni, “Pakai Masker sebelum beraktifitas, Mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun serta selalu Menjaga jarak dan selalu menghindar dari Kerumunan. ” tutup Kades, Sarton Rahim kepada Persindonesia.com belum lama ini.

(Rilis – ABM )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *