Persindonesia.com Jembrana – Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap berbagai program yang dijalankan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jembrana. Sejumlah kegiatan, khususnya yang menyasar lansia, mengalami perubahan skema, sementara beberapa anggaran lainnya harus dipangkas. Meski demikian, Dinsos memastikan seluruh program tetap berjalan tanpa ada yang dihentikan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, M.Biomed, mengatakan, pihaknya tetap berupaya menjaga agar seluruh program berlangsung sesuai standar minimal yang ditetapkan melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Tidak ada program yang dihilangkan. Namun karena efisiensi anggaran, kami harus menyesuaikan. Anggaran Dinsos yang sebelumnya sebesar Rp12 miliar menjadi hanya Rp7 miliar—hampir Rp5 miliar dipotong pusat,” ujarnya, Selasa (02/12)
Diduga Club Ibiza Manipulasi Fakta Kematian Pengunjung: Kepolisian Ungkap Kronologi Sebenarnya
Menurut Oka Parwata, sejumlah penghematan dilakukan pada kegiatan internal, seperti penghapusan anggaran konsumsi serta pengurangan biaya perjalanan dinas. “Sementara itu, beberapa program harus mengalami penyesuaian bentuk layanan,” katanya.
Oka mengungkapkan, salah satunya adalah program inovasi makanan jadi untuk 367 lansia se-Jembrana yang sebelumnya menelan anggaran sekitar Rp4 miliar. Program tersebut kini diubah menjadi bantuan beras dengan kebutuhan minimal 15 kilogram per bulan untuk setiap lansia. Melalui perubahan skema ini, anggaran dapat ditekan menjadi Rp1 miliar.
“Untuk program lainnya seperti penunggu pasien, rumah singgah, dan mobil antar jemput rawat jalan tetap berjalan, namun terdapat revisi pada besaran bantuan penunggu pasien. Bila sebelumnya bantuan di Puskesmas dan RSU Negara sebesar Rp200 ribu, serta Rp250 ribu di rumah sakit di Denpasar, kini semuanya dikurangi Rp50 ribu,” jelasnya.
Keluarga Resah, Lansia Asal Nyanglan Kaja Tak Kembali ke Rumah
Seluruh penyesuaian ini, menurutnya, dilakukan demi memastikan program tetap berjalan di tengah keterbatasan yang ada.
“Kalau tidak efisiensi, program tidak bisa jalan. Kecuali pusat menambah anggaran, tentu kami tidak akan melakukan pemotongan. Kami tetap mengutamakan program untuk masyarakat, sementara kegiatan internal kami hentikan terlebih dahulu. Yang penting program SPM tetap dapat terlaksana,” tegasnya. Ts






