Kesal Tak Diseberangkan, Sopir Truk Blokade Kapal di Gilimanuk

Persindonesia.com Jembrana – Kemacetan arus balik di Pelabuhan Ketapang berdampak pada penerapan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) oleh ASDP untuk kapal tujuan Pelabuhan Gilimanuk, Senin (30/3). Kebijakan ini memicu aksi protes dari sopir truk bersumbu tiga di Pelabuhan Gilimanuk.

Dalam skema TBB, kapal yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk hanya melakukan bongkar muatan, kemudian langsung kembali ke Pelabuhan Ketapang tanpa mengangkut kendaraan dari Bali. Akibatnya, truk bersumbu tiga yang hendak menyeberang ke Ketapang tidak terangkut.

Merasa terlalu lama menunggu tanpa kepastian, sejumlah sopir truk melakukan aksi blokade terhadap kapal yang hendak bongkar di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 11.36 WITA. Truk-truk diparkir melintang di area dermaga sehingga menghambat kendaraan yang akan turun dari kapal.

Sidang Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Walikota Sampaikan Realisasi APBD dan Program Prioritas 2025

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan, pada Senin (30/3) sekitar pukul 08.30 Wita sempat terjadi dinamika operasional di area Dermaga 1 Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya sementara proses bongkar muatan kapal.

“Dinamika ini terjadi seiring adanya penyesuaian pola operasional kapal di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus penyeberangan secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam skema tersebut beberapa kapal menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mendukung distribusi armada yang lebih merata. Namun, kebijakan ini berdampak pada waktu tunggu pengguna jasa pada periode tertentu.

Lakukan Audit Tahap I, Itswasda Polda Bali Obok-Obok Polres Gianyar

“ASDP memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, khususnya terkait waktu tunggu yang lebih panjang dari biasanya. Kami menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat,” katanya.

Menurut Windy, saat ini kondisi di pelabuhan telah berangsur terkendali. ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi di lapangan, termasuk mengoptimalkan penyampaian informasi kepada pengguna jasa agar proses layanan kembali berjalan lancar.

“Ke depan, ASDP akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pola operasional guna meningkatkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Hari Teater Sedunia, Ibu Putri Koster Dorong Kebangkitan Teater Modern Bali Lewat Generasi Muda

Ia juga menegaskan bahwa pengaturan pola operasional kapal merupakan bagian dari koordinasi bersama dengan otoritas terkait, termasuk Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD). TS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *