Denpasar (persindonesia.com) – Semarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, Dewan Pengurus Daerah Forum Indonesia Anti Narkoba (DPD FIAN) Kota Denpasar, kali ini bekerjasama dengan Banjar Kertha Bhuwana, menggelar kegiatan bazar murah, donor darah, cek kesehatan gratis serta sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dibuka pada pukul 13:00 Wita yang laksanakan di Balai Banjar Kertha Bhuana, Desa Dangin Puri Kangin, Jl. Trijata, sebelah utara Gor Ngurah Rai Denpasar. Minggu,21/8/2022.
Dalam giat yang ke-10 ini mengusung tema “Peranan anak muda dan orang tua dalam upaya terhindar dari penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS”, DPD FIAN bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar, Dinsos Kota Denpasar, BNN Kota Denpasar, KPA Kota Denpasar, Bank BPD Bali, UDD PMI Kab.Tabanan, RS.Bhakti Rahayu, Pemerintah Daerah Desa Dangin Puri Kangin, serta masyarakat dan perangkat Banjar Kertha Bhuwana, giat dimulai pada pukul 13:00 Wita yang dibuka dengan sambutan dari Ketua DPD FIAN Kota Denpasar : Putu Eka Dharma Putra, S.H., menyatakan “Giat DPD FIAN yang ke-10 ini berjalan dengan sukses berkat izin dari Bapak Perbekel Desa Dangin Puri Kangin yang memfasilitasinya dan juga semua pihak yang terlibat kami sampaikan terima kasih semoga giat ini baik donor darah, bazar murah, cek kesehatan yang di bantu Rumah Sakit Bhakti Rahayu dan sosialisasi bahaya Narkoba serta HIV/AIDS ini bisa bermanfaat bagi kita” singkat Pak Eka.

Perbekel Desa Dangin Puri Kangin : I Wayan Sulatra,S.T., menyampaikan “Kegiatan DPD FIAN ini sangat kami apresiasi luar biasa yang mana dalam sosialisasi ini tidak hanya anak muda saja yang diberikan pemahaman tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS, namun orang tuanya juga seperti yang hadir pada hari ini para Ibu-ibu PKK yang barang tentu mempunyai anak masih muda dan dari Desa selalu siap memfasilitasi kegiatan seperti ini ketika ada koordinasi dengan kami. Semoga dengan kegiatan ini Desa Dangin Puri Kangin menjadi Desa yang “BERSINAR” (Bersih dari Narkoba)

Hadir pula anggota DPRD Kota Denpasar komisi II fraksi PDIP yang juga pembina FIAN : I Nyoman Gede Sumara Putra,S.T.,(Bli Mangde) disambangi media mengungkapkan “Kolaborasi giat ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat kepada warga Desa Dangin Puri Kangin, khususnya di Banjar Kertha Bhuwana ini yang mana sosialisasi P4GN tentunya menyasar anak-anak muda memberikan pemahaman bahaya Narkoba, giat kemanusiaan donor darah yang sangat membantu stok darah UDD PMI dan bazar murah dengan menjual bahan-bahan pokok terutama minyak goreng, beras dan komoditi lainnya yang di supplay dari distributor bahan pokok di Denpasar serta cek kesehatan gratis yang dibantu oleh RS.Bhakti Rahayu, sehingga dari giat ini bisa memberikan banyak manfaat serta kemudahan bagi kita”, ungkap Bli Mangde.

Hadir sebagai narasumber pada kesempatan tersebut dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar : Dewa Suyetna mengungkapkan “Untuk di Denpasar hingga April 2022 tercatat 14.117 orang positif HIV, dan yang memakai obat seumur hidup berjumlah 5.500 orang, kenapa hal ini susah untuk ditanggulangi karena banyak masyarakat masih cuek dan belum sadar akan bahaya virus ini. Virus HIV ini menyerang kekebalan tubuh manusia, kalau kekebalan tubuhnya sudah hancur munculah AIDS sehingga AIDS adalah gejala yang muncul akibat merosotnya kekebalan tubuh yang biasanya efeknya terlihat setelah 5 hingga 10 tahun, dan gejala yang timbul biasanya diare, batuk, atau kanker kulit yang tak sembuh-sembuh. Virusnya ada di darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu, jika ada kontak daerah ini baru AIDS bisa menular. Cara penularannya adalah lewat hubungan sex tidak aman atau berganti-ganti pasangan dan yang paling banyak kasusnya adalah hubungan sex sesama jenis, kemudian transfusi darah, dan dari ibu menyusui ke bayinya” ungkap Pak Dewa.

Sebagai Narasumber Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar : I Gusti Ayu Laxmy Saraswati,SS.M.Hum., ditengah acara menjelaskan “Untuk orang yang terkena HIV/AIDS, kelompok orang minoritas, gangguan keberfungsian sosial, sex menyimpang, keluarga bermasalah sosial psikologis, masuk katagori pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. Begitu juga bapak Ibu yang mungkin terkena AIDS dan tidak bisa menggunakan BPJSnya dapat berkonsultasi ke Dinsos, nanti kami yang akan menghubungkan ke BPJSnya walaupun dia mandiri membayar mungkin dia bisa dibalikkan membayarnya jadi tidak mandiri, apabila dia KTP luar akan dikembalikan ke Kabupaten nanti Kabupaten lainnya yang mengusulkan ke Kemensos, silahkan konsultasikan ke Dinsos dimana kami mempunyai pojok kebaikan ada 21 layanan yang bisa disinergikan” ucap Ibu Laxmi.

Para peserta pendonor darah yang dibantu oleh UDD PMI Kabupaten Tabanan diberikan souvenir berupa beras 5 kilogram, ditempat terpisah dilaksanakan pengecekan kesehatan gratis bagi warga masyarakat sekitar yang dibantu dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu. Diikuti sangat antusias oleh Ibu-ibu PKK dan Sekeha Teruna Banjar Kertha Bhuwana, giat ini diakhiri pada pukul 18:00 Wita, dengan sesi photo bersama.
( Dudick )






