KUTA BALI – Film komedi drama berjudul “Tepatilah Janji,” yang merupakan sekuel dari film “Kejarlah Janji,” resmi dirilis pada 9 Agustus lalu dan diputar di Cinema XXI Beachwalk Kuta, Bali, pada Sabtu (7/9/2024). Film ini merupakan hasil kolaborasi antara KPU, Asta Jaya Centra Cinema, Padi Padi Creative, dan Garin Workshop.
Disutradarai oleh Garin Nugroho, film ini dibintangi oleh Ibnu Jamil, Cut Mini, Shenina Cinnamon, Bima Zeno, Kevin Abani, Faradina Mufti, dan Givina Lukita, serta Trio Timus. “Tepatilah Janji” mengangkat tema politik dalam konteks Pilkada dan berusaha memberikan edukasi politik dengan cara yang menghibur.
Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, menyampaikan kegembiraannya atas penayangan film ini. Menurutnya, film ini merupakan sarana efektif untuk mensosialisasikan Pemilu dan Pilkada serta memberikan edukasi kepada pemilih, terutama pemilih pemula/Milenial. Ia berharap film ini dapat menjadikan proses Pemilu lebih menyenangkan dan meningkatkan partisipasi pemilih.
Cerita film ini berfokus pada keluarga Bu Pertiwi (Cut Mini) dan anak-anaknya, dengan putra tertuanya, Adam (Bima Zeno), yang terlibat dalam Pilkada. Film ini menggambarkan dinamika politik dan kompetisi dalam Pilkada dengan sentuhan drama, komedi, dan percintaan. Selain itu, film ini juga membahas isu-isu seperti politik dinasti dan pengaruh media sosial dalam politik desa.
Garin Nugroho, selaku sutradara, menjelaskan bahwa film ini bertujuan untuk mengajarkan pentingnya etika dan janji dalam kepemimpinan politik. Ia berharap film ini dapat menjadi alat pendidikan bagi masyarakat agar lebih kritis terhadap proses politik dan pemilihan pemimpin.
Film “Tepatilah Janji” akan tayang terbatas di beberapa bioskop dan televisi nasional, serta melakukan pemutaran keliling di berbagai ruang publik. Produser Rina Damayanti mengungkapkan tantangan dalam pembuatan film ini adalah menyatukan jadwal syuting, namun proses tersebut berjalan lancar dan menyenangkan.

Pemutaran film ini dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Forkopimda Provinsi Bali, mahasiswa, dan tokoh politik, menunjukkan dukungan luas terhadap upaya KPU dalam menggunakan media film sebagai sarana pendidikan politik.
Tim.






