Forum PUSPA Kabupaten/Kota Dikukuhkan, Ny. Seniasih Giri Prasta Tekankan Gerakan Pencegahan Kekerasan

Pengukuhkan Ketua Forum PUSPA Kabupaten/Kota se-Bali

DENPASAR Persindonesia.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta, menegaskan pentingnya langkah pencegahan yang terintegrasi dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bali.

Hal tersebut disampaikannya saat mengukuhkan Ketua Forum PUSPA Kabupaten/Kota se-Bali di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (20/2/2026). Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk kekerasan masih terjadi, baik di lingkungan rumah tangga maupun di ruang publik.

Menurutnya, kasus kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mencakup kekerasan seksual, perundungan pada anak, hingga bentuk-bentuk kekerasan baru yang muncul seiring perkembangan zaman. Situasi ini, kata dia, menuntut respons cepat dan sinergi lintas sektor. “Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai benteng pertama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi sebagai langkah preventif. Forum PUSPA di tingkat kabupaten/kota diminta aktif melakukan sosialisasi, memperkuat sistem pelaporan, serta memastikan korban mendapatkan pendampingan yang memadai. Apalagi, Bali disebut masih menghadapi persoalan serius terkait tingginya angka bunuh diri yang perlu menjadi perhatian bersama.

Mengacu pada Peraturan Menteri PPPA Nomor 13 Tahun 2021, Forum PUSPA memiliki mandat sebagai wadah sinergi antara pemerintah dan unsur masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan serta perlindungan anak. Karena itu, keberadaan forum ini diharapkan mampu memperkuat jejaring hingga tingkat kabupaten/kota.

Di akhir kegiatan, Seniasih Giri Prasta mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjalankan tugas dengan semangat ngayah dan kepedulian sosial yang tinggi. Ia juga mendorong Forum PUSPA agar lebih proaktif menjangkau wilayah yang dikategorikan rawan kasus kekerasan.

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan pin kepada para Ketua Forum PUSPA Kabupaten/Kota. Para ketua yang dilantik diketahui merupakan istri Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota se-Bali, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak perlindungan perempuan dan anak di daerah masing-masing.  *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *