Gaib Perjuangan Menilai Pemkab Tangerang Bikin Malu,Abai Keselamatan Atlit

Tangerang,Persindonesia.com-Kurangnya pasilitas penunjang latihan Cabang olah raga (Cabor) Kickboxing Kabupaten Tangerang serta kurangnya anggaran sehingga menjadikan pengurus Cabor Kickboxing berinisiatif membuat profosal partisipasi masyarakat dan pedagang kecil yang ada di Kecamatan Cisauk mendapatkan tanggapan dari Ketua DPP Gema Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Perjuangan.

Ketua GAIB Perjuangan,Dulamin zigo, berpendapat, bahwa kelengkapan latihan itu bagian dari penunjang prestasi yang harus dipersiapkan pemerintah Kabupaten Tangerang , selain untuk menjaga keselamatan serta konsentrasi fokus dalam melaksanakan latihan .

“Prestasi itukan harus ditunjang sarana dan prasarana, kalau pemerintah daerah menginginkan emas. pemerintah daerah itu punya kewajiban menyiapkan sarana dan prasarananya seperti matras dan termasuk suplemennya, karena itukan buat pemerintah bukan perorangan,” terang Jigo., Saat diminta tanggapannya melalui telpon seluler . Selasa ( 24/5/2021).

,Jigo melanjutkan, mestinya pemerintah menanyakan pada setiap Cabor apa yang menjadi perangkat penting sebagai penunjang latihan agar atlit bisa maksimal dalam melaksanakan latihan..

” Seorang pelatih itukan memahami apa yang harus di persiapkan agar atlit yang di latihnya meraih prestasi ,”

Zigo menilai, pemerintah abay dalam menjaga keselamatan atlit, dengan tidak mempersiapkan sarana penunjang untuk keselamatan atlit.

” Ia lah abay, jangan hanya mengharapkan atlit yang bagus sementara matras saja tidak disiapkan, padahal kesehatannyapun harus diperhatikan , ”

Keterbatasan anggaran menurut zigo bisa di siasati dengan cara mencari sponsor atau bapa asuh, yaitu dengan dipasilitaai oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

” Soal anggaran itukan bisa di siasati , sponsor misalnya, di situkan pemerintah tugasnya. atlitkan ga bisa cari sendiri. Koni kan dibawah naungan pemerintah biar dia cari sponsor , pemerintah harus cari terobosan , dengan CSR misalnya,”

Pengurus Cabor yang berinisiatif menggalang dana melalui profosal yang diajukan pada masyarakat dan juga pedagang ,menurut Jigo bentuk keputus asaan akan pemerintah. sehingga harus membuat inisiatif dengan melibatkan masyarakat.

” Itukan bentuk keputusaasaan atlit, pemerintah harus malu ketika mereka melakukan hal itu , karena pemerintah tidak mempasilitasi akhirnya mereka menempuh cara lain, itu sebenarnya tidak perlu terjadi ,pemerintah harusnya malu,” tandas Jigo.(nur/yu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *