Gawat, Sebanyak 548 Nakes Di Jember Positif Terpapar Covid-19

JEMBER, Persindonesia – Meningkatnya jumlah pasien yang terpapar Covid-19 membuat tenaga kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Jember harus bekerja keras. Diduga karena terlalu lelah bekerja, banyak tenaga kesehatan yang bergelimpangan dan ikut terpapar Covid-19.

Menurut data Dinas Kesehatan, terhitung sejak Maret 2020 hingga pertengahan Juni 2021 jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 sebanyak 548 orang, dua diantaranya meninggal dunia yakni dokter umum dan spesialis obgyn.

Untuk rumah sakit milik Pemkab Jember, menurut Plt Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSD dr Soebandi Jember drg Arief Setiyoargo, jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 sejak Maret 2020 – Juni 2021 sebanyak 219 orang.

Khusus di RSD dr. Soebandi Jember, jumlah tenaga kesehatan yang positif COVID-19 sejumlah 34 orang. Sebagian dari mereka ada yang menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Hingga Juli 2021, jumlah tenaga kesehatan yang dirawat sebanyak empat orang sedang yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 29 orang,” terang Arief Setiyoargo.

Banyaknya tenaga kesehatan yang bergelimpangan akibat terpapar Covid- 19 juga terjadi di Rumah Sakit Paru Jember. Sepanjang Januari hingga Juni 2021 tercatat sebanyak 27 orang.

Menurut Direktur RS Paru dr Sigit Kusumajati, dari 27 orang tersebut sebagian besar sudah sembuh dan menjalankan aktifitasnya kembali, sementara yang masih harus dirawat dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 12 tenaga kesehatan.

“Mereka yang terkonfirmasi positif kondisinya berangsur-angsur menbaik. Mudah-mudahan hasil swab nantinya negatif sehingga dapat kembali melayani pasien di Rumah Sakit Paru Jember,” harap Sigit.

Sigit Kusumajati juga menjelaskan bahwa di RS Paru Jember saat ini ada empat ruangan khusus yang digunakan untuk isolasi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 49 unit. Sementara tenaga kesehatan yang menangani masing-masing ruangan, setiap harinya sebanyak 16-23 orang.

“Rumah Sakit Paru Jember sebenarnya kekurangan tenaga kesehatan. Sehingga tidak mungkin bagi kami untuk membuka ruangan lagi bagi pasien Covid-19 . Karena dengan jumlah tenaga kesehatan yang sangat terbatas tersebut, dapat berisiko tinggi, sebab mereka akan sangat kelelahan,” pungkas Direktur Rumah Sakit Paru Jember ini. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *