Bangli,PersIndonesia.Com- Tepat di hari Penampahan Galungan Ni Komang Mertanadi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang beralamat di Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ditemukan tewas gantung diri di Pohon Cengkeh, Selasa (24/9/24).
Baca Juga : Pelaksanaan Pilkada di Gianyar Bakal Dikawal 650 Personil Kepolisian
Berdasarkan informasi yang terhimpun dari Kasi Humas Polres Bangli, Akp I Wayan Sarta menyebutkan kejadian memilukan ini berawal pada hari Senin (23/9/24) sekira pukul 21.00 Wita, saat Komang Mertanadi (red-korban) di pergoki selingkuh oleh anaknya di Laundry depan rumahnya.
Melihat hal tersebut kemudian si Anak memberitahukan bapaknya bernama I Wayan Astawa (red-Suami). Setelah pulang kerumah dari Laundry kemudian sang suami bertanya kepada korban “Kenapa sudah tua melakukan selingkuh”?.
“Tidak tahu, saya khilaf dan saya minta maaf”, terang Kasi Humas mengutip keterangan suami korban.
Lebih lanjut Kasi Humas menuturkan, setelah itu korban sempat mengambil pisau sambil menangis dan pisau tersebut langsung direbut oleh anaknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi karena situasi yang memanas.
Dan atas saran suami kemudian.korban diajak kerumah orang tuanya dengan diantar kerabatnya bernama I Made Wargita sekira pukul 22.00 Wita. Namun dalam perjalanan korban melarikan diri dan sempat dilakukan pencarian sampai pukul 01.00 Wita akan tetapi korban tidak ditemukan.
“Korban baru ditemukan oleh suaminya hari Selasa (24/9/24) pukul 08.00 Wita tergantung di pohon cengkeh kebun miliknya menggunkan seutas tali plastik berwarna biru dengan panjang kurang lebih 1 meter”, terangnya.
Kemudian, Kata Sarta menambahkan melihat istrinya meninggal dunia dalam posisi tergantung, suami korban mrnghubungi kerabatnya dan meminta tolong warga sekitar untuk bersama-sama menurunkan korban.
“Dan peristiwa tersebutpun di laporkan ke Polsek Kintamani guna mendapatkan penanganan lebih lanjut”, imbuhnya.
Baca Juga : Selama 12 Hari Polres Gresik Berhasil Gulung 39 Tersangka Pengedar Narkoba
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kintamani, Kompol I Nengah Sukerna membenarkan peristiwa gantung diri yang terjadi. Setelah menerima laporan tersebut Personil Reskrim Polsek Kintamani yang dipimpin Panit I Reskrim Ipda Ketut Sudiartha mendatangi TKP.
Sesampai di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) Personil Reskrim Polsek Kintamani dengan dibantu Tim Identifikasi Polres Bangli dan Tim Puskesmas Kintamani 2 melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Medis terhadap korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kematian korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri. Pihak korban menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai suatu musibah”, tandasnya. (IGS)






