Geger! Limbah B3 Medis Dibuang di Pinggir Jalan Denpasar-Gilimanuk, Ada Stiker RSUD Negara

Persindonesia.com Jembrana – Tumpukan sampah di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, ternyata menyimpan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis. Temuan ini menjadi perhatian setelah petugas mendapati sejumlah bekas alat medis, termasuk infus, suntikan, botol obat, sarung tangan dan masker.

Yang membuat temuan tersebut semakin menarik, pada sebagian limbah ditemukan stiker bertuliskan RSUD Negara serta nama pasien. Limbah medis itu ditemukan di dua titik yang lokasinya berdekatan dan kemudian diamankan petugas untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi masih mendalami asal-usul limbah tersebut, termasuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas pembuangannya.

PBSI Jembrana Cup 2026 Resmi Bergulir, Bupati Kembang Optimistis Lahir Atlet Berprestasi

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan adanya penemuan limbah medis tersebut. Namun, ia menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal limbah serta pihak yang membuangnya. “Limbah medis benar terkait itu milik siapa, kita masih pendalaman,” ujarnya, Selasa (29/9)

Sementara itu, terkait ditemukannya stiker RSUD Negara pada limbah medis tersebut, pihak rumah sakit memastikan pembuangan tersebut bukan merupakan tindakan RSUD Negara.

Direktur RSUD Negara, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, didampingi Kasi Kesehatan Lingkungan RSUD Negara Putu Madia Utama, menjelaskan, seluruh petugas rumah sakit telah mendapatkan pemahaman mengenai bahaya serta prosedur pengelolaan limbah B3 medis.

Tata Kelola Organisasi dan Kualitas Pelayanan PMI Bangli di Bedah Tim Monev Provinsi Bali

Menurutnya, pengelolaan limbah B3 medis di RSUD Negara dilakukan melalui prosedur yang ketat, mulai dari pengumpulan hingga proses pengangkutan dan pemusnahan yang melibatkan pihak ketiga.

Setiap hari, limbah B3 medis yang dihasilkan RSUD Negara dikumpulkan dari masing-masing unit pelayanan. “Limbah tersebut dibawa ke ruang penyimpanan khusus sebelum diangkut oleh pihak ketiga menuju lokasi pemusnahan,” terangnya.

Pihak rumah sakit menyebut produksi limbah medis RSUD Negara mencapai sekitar 200 hingga 400 kilogram per hari. Dengan sistem tersebut, pihak rumah sakit menilai peluang limbah medis keluar dari jalur pengelolaan resmi sangat kecil.

Perkuat Mitigasi Bencana, Pemkab Klungkung Terima Bantuan Armada Terpadu dari PT SMI

Pihaknya juga menyatakan akan ikut menelusuri asal limbah medis yang ditemukan di pinggir jalan tersebut. “Untuk proses penyelidikan dan penanganan hukum, pihak rumah sakit menyerahkannya kepada kepolisian,” ucapnya. TS