Gelar Konsolidasi, DPC PDI Perjuangan Klungkung Daulat Koster-Ace

Klungkung,PersIndonesia.Com- DPC PDI Perjuangan Klungkung secara penuh mendaulat Pasangan Koster-Ace sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dalam Pilkada serentak 2024. Keputusan tersebut secara penuh dinyatakan DPC PDI Perjuangan Klungkung saat apat konsolidasi internal partai yang bertempat di gedung KNPI Kabupaten Klungkung, Minggu (05/5/24).

Dalam rapat konsolidasi hadir langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster, caleg terpilih DPR RI, DPRD Provinsi Bali, DPRD Kabupaten Buleleng, Organisasi Sayap serta seluruh PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Klungkung.

Baca Juga: Elite PKB: Calon Kepala Daerah Wajib Mengutamakan Kepentingan Rakyat

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kkungkung, Anak Agung Gde Anom menyatakan untuk menyongsong Pilkada serentak mendatang, untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur kami memutuskan mengusung Koster Ace.

Sementara untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung ada 10 nama yang diajukan, yaitu Tjokorde Gde Agung, Made Satria, Dewa Yudhi, Wayan Regeg, Ida Bagus Arimbawa, I Made Rudana Atmaja, Wayan Sumardika, Nengah Ariyanta, Komang Sutama dan I Nengah Ari Priadnya.

“Nama-nama tersebut telah mengambil form untuk bacalon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, dan nantinya akan diusulkan ke DPP PDI melalui DPD PDI Bali untuk memperoleh rekomendasi”, ujarnya.

Baca Juga: Pengamanan Pelabuhan Gilimanuk Diperketat Jelang WWF

Disinggung terkait dirinya tidak ikut masuk calon, ia mengatakan sesuai dengan aturan partai dirinya tidak diperbolehkan untuk mengambil form pendaftaran, karena menjadi Ketua DPRD dan Ketua DPC. “Kecuali ada penugasan langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)”, katanya.

Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, I Wayan Koster mengatakan rapat konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali ini dilaksanakan sesuai arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tanggal 16 Maret 2024 lalu. Dan hasil konsolidasi dari seluruh DPC se-Bali akan diteruskan ke DPP dan semua kembali pada kewenangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri untuk mengeluarkan rekomendasi (keputusan akhir).

“Jadi siapapun nanti yang mendapat rekomendasi dari DPP, harus didukung dan dimenangkan, karena itu merupakan satu mandat”, ujarnya.

Koster berharap agar kekompakan dan kesolidan kader-kader PDI Perjuangan Klungkung tetap terjaga dengan baik, hindari melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hukum termasuk jangan memasang spanduk sebelum rekomendasi turun.

Gencarkan penjajakan kelapangan guna menyerap aspirasi masyarakat, perbanyak melakukan survey dan pemetaan wilayah dengan kaidah- kaidah yang ada. “Kami harap sesama kader tidak bersitegang, rajinlah turun ke masyarakat untuk memperkenalkan nama nama yang akan diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub dan Pilbup kepada masyarakat”, ungkapnya.

Baca Juga: Wabup Ipat Serahkan Tongkat Adaptif Bantu Penyandang Disabilitas

Terkait koalisi dengan partai lainnya, Koster menyampaikan dengan perolehan kursi yang ada PDI mampu mengusung calon sendiri, tetapi jika memang ada dan memungkinkan koalisi bisa dilakukan dengan partai lain.

Berkaca dari Pilpres kemarin, untuk Pilkada jika memungkinkan melakukan koalisi dengan partai lain akan dilakukan tetapi tetap dengan penjajakan dan putusan dari DPP.

“Kalau memang harus koalisi kenapa tidak, semisal dengan partai Gerindra atau partai lainnya”, tandasnya.(IGS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *