“44 TONGGAK PERADABAN PENANDA BALI ERA BARU”
Bali,30 Desember 2022 – Tahun 2022 merupakan Tahun Ke-empat Kepemimpinan Titiang bersama Wakil Gubernur, Bapak Tjok Oka Sukawati. Sampai tahun 2022, atas kerja ekstra keras berbagai kemajuan dan pencapaian kinerja pembangunan Bali sebagai implementasi Visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta
Berencana menuju BALI ERA BARU, benar-benar telah diwujudkan
secara nyata. Kita mampu menangani Pandemi COVID-19 dengan
strategi paling efektif, sehingga Provinsi Bali meraih kategori terbaik, begitu juga pencapaian vaksinasi termasuk vaksinasi booster (lebih dari 80%), Bali merupakan Provinsi kategori
tercepat dan tertinggi di Indonesia.
Sejalan dengan kinerja penanganan Pandemi COVID-19 yang efektif
dan pencapaian vaksinasi yang tinggi, Bali kembali dipercaya menjadi
daerah yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh
wisatawan domestik dan mancanegara. Bahkan Titiang berani menerapkan kebijakan tanpa karantina mulai 7 Maret 2022, pertama di Indonesia atas persetujuan Pemerintah Pusat.
Pada saat bersamaan, Titiang juga terus melakukan komunikasi dan
lobi secara intensif dengan Pemerintah Pusat agar diijinkan menambah penerbangan internasional langsung ke Bali, saat ini sudah mencapai 29 Maskapai, karena sangat diharapkan oleh pelaku usaha pariwisata. Kebijakan tanpa karantina dan banyaknya penerbangan internasional ke Bali inilah yang menjadi momentum
baru pemulihan pariwisata Bali. Dampaknya langsung terlihat,
sampai bulan Desember tahun 2022 ini, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali terus meningkat. Berdasarkan data dari Angkasa Pura I, sampai saat ini rata-rata kedatangan
wisatawan domestik sekitar 12.000 per hari dan wisatawan mancanegara sekitar 11.000 per hari, dengan kecendrungan terus menigkat. Sejak Januari sampai tanggal 28 Desember 2022, jumlah wisatawan domestik sebanyak 3,9 juta orang (37,1% dari situasi normal pada tahun 2019), dan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 2,3 juta orang (36,5% dari situasi normal pada tahun 2019). Astungkara berkat restu Alam Bali, pemberlakuan kebijakan tanpa karantina, yang diiringi meningkatnya interaksi wisatawan dengan masyarakat Bali, sampai saat ini, Pandemi
COVID-19 di Bali tetap dapat dikelola dengan baik dan terkendali,
yang sebelumnya dikhawatirkan banyak pihak.
Pulihnya pariwisata Bali berdampak langsung pada pemulihan
perekonomian Bali, secara bertahap bangkit kembali. Hal ini ditandai
dengan data dinamika perekonomian Bali dalam masa Pandemi COVID-19 oleh Badan Pusat Statistik: pada tahun 2020, mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar -9,31% dan pada tahun 2021 masih mengalami pertumbuhan negatif
(kontraksi) dengan rata-rata sebesar -2,47%. Pada tahun 2022 ini, perekonomian Bali sudah tumbuh positif: pada triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 1,43%; pada triwulan II sebesar 3,05%; dan triwulan III sebesar 8,09% (YoY).
Pemulihan pariwisata Bali dan perekonomian Bali yang jauh lebih
cepat dan lebih tinggi, merupakan suatu lompatan yang melampaui
target yang telah ditentukan. Lompatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak di dalam negeri dan dunia internasional. Kini, seluruh
pelaku usaha pariwisata di Bali telah tersenyum berseri kembali; hunian hotel sudah penuh, restoran ramai
pengunjung, juga objek wisata dikerumuni lagi. Titiang telah
mendapat laporan dari pelaku usaha pariwisata, mulai Desember
2022 sampai Maret 2023, pesanan kamar hotel semakin meningkat.
Momentum yang sangat penting dan pertama kali dilaksanakan di
Bali adalah Pertemuan Puncak Presidensi G-20 tanggal 15-16
November 2022. Pertemuan Puncak Presidensi G-20 dihadiri langsung oleh 17 Kepala Negara G-20, 3 Menteri Luar Negeri Wakil Kepala Negara G-20, 9 Kepala Negara Undangan, serta
14 Pemimpin Organisasi/Lembaga Internasional. Sebagai Gubernur, oleh Pemerintah Pusat Titiang diajak terlibat aktif menyiapkan infrastruktur dan sarana-prasarana untuk mendukung
kelancaran Presidensi G-20 dengan anggaran lebih dari Rp 800
Milyar sepenuhnya bersumber dari APBN.
Titiang juga diberi kehormatan untuk menyambut kedatangan dan
melepas Kepala Negara dan Tamu Negara yang menghadiri Pertemuan Presidensi G-20. Semua Kepala Negara dan Tamu Negara yang hadir menyampaikan kesan bahwa Pertemuan Presidensi G-20 di Bali: penyelenggaraan dan hasilnya sukses luar biasa, excellence, Alam Bali sangat indah, keramah-tamahan masyarakat Bali sangat tinggi, dan Budaya Bali sangat unik. Sukses luar biasa Pertemuan
Presiden G-20 ditandai tercapainya kesepakatan Deklarasi Bali yang
bersejarah.
Nama Bali semakin harum dan menggema, menjadi pusat perhatian
dunia. Bali meneguhkan diri sebagai Bali Padma Bhuwana:
Bali Pusat Peradaban Dunia. Sisi lain dari Pertemuan Puncak
Presidensi G-20, Kita berhasil mempromosikan Endek Bali, yang
dipakai oleh semua Kepala Negara dan Tamu Negara pada Gala
Dinner tanggal 15 November 2022. Anugerah luar biasa dari Alam Bali,
bahwa pada Gala Dinner di ruang terbuka Garuda Wisnu Kencana
berlangsung dalam suasana cuaca cerah, tidak turun hujan, walau di
banyak tempat terjadi hujan lebat. Masalah cuaca dan kemungkinan
terjadinya hujan, menjadi kekhawatiran besar sehingga dibahas pada
setiap rapat persiapan acara. Rangkaian Pertemuan Presidensi G-20 berkontribusi besar dalam percepatan pemulihan pariwisata dan
perekonomian Bali. Selain itu, Pertemuan Presidensi G-20 merupakan
promosi luar biasa untuk Bali di dunia internasional.
Titiang juga perlu menyampaikan, telah menghadiri acara United
Nations, Groundwater Summit 2022, tanggal 7-8 Desember 2022, di Markas Besar UNESCO, Paris. Titiang
memberi sambutan untuk memastikan bahwa Bali sangat siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum Ke-10, tanggal 18-24 Mei tahun 2024, pertemuan sangat besar akan dihadiri lebih dari 30.000 orang peserta. Pada saat memberi sambutan,
secara khususTitiang memperkenalkan Arak Bali, sebagai minuman
yang diproses secara tradisional, cita rasa dan kualiatasnya tidak
kalah dengan Sake-Jepang, Soju-Korea, dan Whiskey-Eropa.
Diakhir acara dilaksanakan Cocktail Party dengan Arak Bali, para
peserta dari berbagai negara memberi respon bahwa ternyata
memang Arak Bali lezat dan berkualitas.
Selain itu, Titiang bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali,
Ibu Putri Koster, melakukan pertemuan dengan Manajemen Rumah Mode Christian Dior untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Christian Dior berkaitan
dengan penggunaan Endek Bali. Telah disepakati, Christian Dior akan berkunjung ke Bali, kemudian akan mengundang para IKM/UMKM Bali untuk mengikuti pelatihan di Rumah Mode Christian Dior tahun 2023. Pada kesempatan itu juga, Ketua
Dekranasda Provinsi Bali, menyelenggarakan fesyen,
menampilkan busana berbahan Tenun Endek Bali/Tenun Tradisional Bali, hasil karya 4 Designer Muda asli Bali.
Acara fesyen yang didukung oleh BPD Bali, Perusda Bali, dan balimall.id, serta difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Paris berlangsung dengan sangat sukses dan mendapat apresiasi dari
perwakilan Christian Dior yang secara khusus hadir pada acara
tersebut. Inilah aksi nyata, untuk mengangkat kekuatan produk lokal
Bali dihadapan masyarakat internasional, seperti Arak Bali dan
Endek Bali, sehingga naik kelas.
Kita juga patut bersyukur bahwa sepanjang tahun 2022,
pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang
monumental, fundamental, dan bersejarah yang memerlukan
aggaran sangat besar tetap berlangsung, bahkan sebagian sudah selesai, meskipun ada hambatan keterbatasan anggaran dalam masa Pandemi COVID-19.
Antara lain, yaitu: Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih
di Karangasem, dengan anggaran Rp 884 Milyar, terus berjalan dan akan selesai tuntas bulan Februari 2023. Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, terus berlangsung: pembebasan lahan dan
pematangan lahan dengan anggaran Rp 1,5 Triliun selesai.Desember 2022, dilanjutkan pembangunan fisik pada zona inti dengan anggaran sekitar Rp 1 Triliun, mulai tahun 2023.
Pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi, sampai
Desember 2022 sudah selesai pada titik 3-8, akan dilanjutkan tahun 2023 pada titik 9-10, dan tahun 2024-2025
pada titik 11-12. Total anggaran yang diperlukan sekitar Rp 1,6 Triliun, untuk pembebasan lahan sekitar Rp 500 Milyar
bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, dan Rp 1,1
Triliun bersumber dari APBN Kementerian PUPR RI. Pembangunan 3 Pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, dengan total
anggaran Rp 563 Milyar sepenuhnya bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan RI. Pembangunan sudah selesai pada Bulan Oktober 2022 dan telah diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo, pada tanggal 9 November 2022. Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di
Buleleng, dengan anggaran sekitar
Rp 450 Milyar, sepenuhnya bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, sedang berlangsung dan direncanakan selesai Agustus 2023.
Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng, dengan anggaran Rp 794 Milyar, dan pembangunan Bendungan
Sidan di wilayah Badung-Bangli-Gianyar, dengan anggaran Rp 1,8 Triliun, sehingga total menjadi Rp 2,594 Triliun
sepenuhnya bersumber dari APBN Kementerian PUPR RI.
Bendungan Tamblang sudah selesai tahun 2022, Bendungan Sidan
akan selesai tahun 2023.
Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali, sepanjang 96 km, menghubungkan Gilimanuk-Mengwi, dengan
anggaran sekitar Rp 24 Triliun yang bersumber dari investasi.
Hal utama yang perlu Titiang sampaikan pada kesempatan yang
penting ini, yakni Pencapaian Pembangunan Bali pada Periode
Pertama Kepemimpinan Titiang bersama Wakil Gubernur,
Bapak Tjok Oka Sukawati. Pencapaian Pembangunan Bali
mencakup 5 Bidang Prioritas, yang sebagian merupakan kelanjutan
pembangunan bersifat reguler yang merupakan pelaksanaan urusan
dan kewenangan Pemerintah Provinsi. Khususnya dalam bidang
pendidikan, guna meningkatkan daya tampung dan mutu pendidikan, Titiang telah dan sedang membangun sebanyak 17 SMA/SMK baru, guna meningkatkan layanan siswa baru yang diterima. Selain itu, mulai tahun 2023, Titiang memberlakukan kebijakan baru
memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan siswa kepada 10.000 siswa miskin/sangat miskin dan bantuan biaya pendidikan kepada 500 mahasiswa miskin di seluruh Bali dengan anggaran sebesar Rp 21,2 Milyar.
Dengan itikad dan tekad kuat, Titiang menyelenggarakan
Kebijakan dan Program Baru yang bersifat genial, original, inovatif,
visioner, fundamental, monumental, dan bersejarah. Keseluruhan
kebijakan dan program baru dimaksud berdampak luas pada perubahan tatanan kehidupan masyarakat Bali, menjadi sumber penghidupan baru masyarakat Bali, bersifat produktif
yang secara langsung meningkatkan kapasitas dan nilai tambah ekonomi lokal Bali, serta meningkatkan
kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali Niskala-Sakala.
Kebijakan dan Program Baru dimaksud, merupakan implementasi
Visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU, yang mencakup: Penguatan dan Pemajuan Adat – Budaya; Pelindungan
Kekuatan dan Keindahan Alam Bali; Tranformasi Perekonomian
dengan Ekonomi Kerthi Bali; Mendorong Penggunaan Produk Lokal
Bali; Pemajuan Pendidikan dan SDM Bali Unggul; Menjadikan Bali Pulau Digital; Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Monumental; dan Menyelenggarakan Bali Good Governance.
Kebijakan dan program baru ini benar-benar merupakan sesuatu
yang esensial: dari sebelumnya hanya wacana akhirnya terwujud
nyata; dari tidak mungkin menjadi mungkin; dari tidak pernah ada
menjadi nyata; bahkan dari yang sama sekali tidak pernah terpikirkan,
kini hadir di depan mata memberi masa depan baru. Pencapaian seluruh Kebijakan dan Program Baru dimaksud, atas restu Alam Bali, Astungkara telah diwujudkan secara nyata dalam 44 Tonggak penting, yang Titiang berikan nama 44 Tonggak Peradaban sebagai
Penanda Bali Era Baru.
Titiang memastikan bahwa seluruh Kebijakan dan Program Baru
yang mewujud dalam 44 Tonggak penting, terlaksana secara
sistematis, masif, menyeluruh, permanen dan berkelanjutan,
karena telah Titiang buatkan 47 bentuk regulasi berupa Peraturan
Daerah dan Peraturan Gubernur, serta dilengkapi dengan Surat Edaran Gubernur Bali.
Seluruh capaian Kebijakan dan Program Baru ini, sepenuhnya
Titiang dedikasikan dan wariskan kepada seluruh Krama dan generasi
penerus Bali dalam menjaga keseimbangan Alam, Krama, dan
Kebudayaan Bali, Genuine Bali; memenuhi kebutuhan, harapan, dan
aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan
mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global di masa yang akan datang.
19. Pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru akan mewujudkan Bali berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Selanjutnya, 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru
secara lengkap termuat dalam video yang akan ditayangkan setelah
Pidato Titiang ini.
Segala capaian Kebijakan dan Program Baru yang Titiang pimpin,
Astungkara mendapat respon, apresiasi, pengakuan, dan penghargaan dari Masyarakat, Pemerintah, dan Lembaga, yaitu: 1. Nilai BB (Baik Sekali) untuk pelaksanaan program Reformasi
Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
2. Penghargaan kategori Sangat Baik dalam penerapan Sistem
Merit, dari Komisi Aparatur Sipil Negara,
tahun 2021. 3. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD
dalam Implementasi Penilaian Kinerja,
tahun 2021. 4. Penghargaan Peringkat I Badan Kepagawaian Negara AWARD
tahun 2021 dalam Komitmen Pengawasan dan Pengendalian.
5. Kategori Tinggi dari 16 Kementerian/Lembaga dan
Pemerintah Daerah yang menjadi proyek percontohan dalam
Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara, oleh
Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022. 6. Rangking Pertama dalam Penilaian Kualitas Seleksi Terbuka
Jabatan Pimpinan Tinggi dari 34 Provinsi di Indonesia dan semua Kementerian/Lembaga,
dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021. 7. Anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi
kategori Sangat Baik, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun
2022. 8. Pencapaian Angka Terendah jumlah Stunting sebesar 10,9%
tahun 2021, dan sebesar 8,9% tahun 2022 dari 34 Provinsi di Indonesia, dari Kementerian Kesehatan RI, tahun
2021. 9. Peringkat Terbaik Pertama Pengelola Program Indonesia
Pintar, dari 34 Provinsi di Indonesia,
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,
tahun 2022 10. Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Terbaik
2, kategori Provinsi dengan nilai 94,01,
oleh Ombudsman RI, tahun 2022.
11, Penghargaan khusus atas Pemenuhan Maklumat Pelayanan dan
Layanan Kompensasi oleh Ombudsman RI, tahun 2022. 12. Innovation Government Award dengan Predikat Terinovatif, oleh Kemendagri RI, tahun 2022. 13. Penghargaan dalam Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), oleh Bank Indonesia, tahun 2022. 14. Satu-satunya Provinsi memperoleh kategori Sangat Baik, dengan indeks 3,68 dalam penerapan Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik dari 34 Provinsi
di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
15. Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pembina HAM
Kabupaten/Kota, oleh Kemenkumham RI, tahun 2022.
16. Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik I dalam Jaringan
Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional, oleh Kemenkumham RI, tahun 2022.
17. Penghargaan karena Berperan Aktif Dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, oleh
Menkumham RI, tahun 2022. Penghargaan yang sama juga
diberikan kepada Dekranasda Provinsi Bali.
18. Urutan Teratas dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik
dengan skor 83,15 tahun 2021 dan
Urutan Kedua dengan skor 80,99 tahun 2022, dari 34 Provinsi di Indonesia, Oleh Komisi Informasi
Pusat RI.
19. Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik, Predikat
Informatif dengan nilai 92,20 tahun 2020, nilai 96,32 tahun
2021, dan nilai 97,72 tahun 2022,
oleh Komisi Informasi Pusat RI.
20. Nilai BB (Baik Sekali) untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.
21. Peringkat Terbaik dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan
Pelayanan Publik Nasional,
3. Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang
Ekonomi Sirkular”, dari Bapak Menteri Perencanaan
Pembangunan Nasional RI, tahun 2022.
4. Penghargaan PEOPLE OF THE YEAR 2021 untuk kategori
Best Governor for Healthcare & Action Against Pandemic, dari MetroTV, tahun 2021.
5. Penghargaan PUBLIC LEADER AWARDS 2022 untuk
kategori Good Governance, dari Berita Satu, tahun 2022.
6. Penghargaan INDONESIA GREEN ECONOMY AWARD 2022, kategori Best Leader for Green Economy
Implementation Throught
“Ekonomi Kerthi Bali”, dari Warta Ekonomi.co.id, tahun
2022.
7. Penghargaan sebagai Pelopor Project Intellectual
Property & Tourism sebagai Booster Kreativitas dan
Inovasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali, oleh Menkumham RI, tahun 2022.
8. Penghargaan sebagai Tokoh/Pemimpin Teladan Pemajuan
Budaya Lokal di Era Disrupsi,
oleh iNews, tahun 2022.
22. Atas seluruh pencapaian kinerja pembangunan Pemerintah
Provinsi Bali, Titiang bersama Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjok Oka
Sukawati menghaturkan suksmaning manah, terima kasih yang
setulus-tulusnya kepada: Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta
Kabinet Indonesia Maju; Presiden ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri.
Titiang juga matur suksma majeng ring Ida Sulinggih dan Pamangku
sareng sami, yang setiap hari ngrastiti bhakti untuk kerahayuan jagat
Bali.
Titiang juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRD Bali; Forkompinda Provinsi Bali; Wali Kota/Bupati se-Bali; Sekda dan Kepala Perangkat Daerah, serta
Seluruh Pegawai ASN dan Non-ASN Provinsi Bali; Ketua Dekranasda
dan TP PKK Provinsi Bali, yang juga Manggala Utama Paiketan Krama
Istri; Pimpinan Instansi Vertikal; Majelis Desa Adat Provinsi, Kota/Kabupaten, dan Kecamatan; Tokoh Umat Beragama, Seniman, Budayawan, dan Pekerja Seni se-Bali; Perbekel/Lurah beserta Perangkat Desa, Bandesa Adat beserta Prajuru se-Bali; serta seluruh Perajin, Petani, Nelayan, Pedagang, Buruh, dan masyarakat, termasuk Kaum Marhaen, di mana pun berada atas segala dukungan,
partisipasi, dan dedikasinya secara bersama-sama untuk membangun
Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster.






