Gubernur Bali, Wayan Koster, pembukaan Indonesia Shopping Festival di Side Walk Jimbaran, Badung
DENPASAR Media Pers Indonesia – Mall tak hanya menjadi tempat belanja, tapi kini diharapkan bisa bertransformasi menjadi ruang publik yang mendukung ekonomi, budaya, dan lingkungan. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, saat membuka Indonesia Shopping Festival di Side Walk Jimbaran, Badung, Kamis (14/8/2025).
Acara yang digelar oleh DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Bali itu dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pelaku usaha retail, pengurus APPBI, dan dinas terkait. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Koster bersama Ketua DPD APPBI, Zenzen Halmis, serta Kadisperindag Bali, Ngurah Wiryanatha.
Gubernur Koster menekankan pentingnya pusat perbelanjaan dalam memperkuat ekonomi Bali pasca-pandemi. Ia menyambut baik meningkatnya jumlah pengunjung mall dan membandingkan beberapa pusat perbelanjaan yang kini mulai hidup kembali. “Mall di Renon, Level 21, hingga kawasan Jimbaran sudah ramai. Ini sinyal positif bahwa ekonomi Bali kembali menggeliat,” ujar Koster, seraya menyebut pertumbuhan ekonomi Bali yang naik dari 5,52 persen di triwulan I menjadi 5,95 persen di triwulan II 2025.
Tak hanya soal ekonomi, Koster juga menyoroti peran mall dalam menjaga identitas Bali. Ia menegaskan bahwa seluruh mall anggota APPBI wajib menampilkan aksara Bali di area publik dan restoran sebagai implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018. “Mall harus menjadi bagian dari wajah budaya Bali. Gunakan aksara Bali, jaga kebersihan, dan hentikan penggunaan plastik sekali pakai,” tegasnya merujuk pada Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan sampah plastik.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh 16 mall yang tergabung dalam APPBI Bali. Koster mengajak para pengelola untuk menjadikan pusat perbelanjaan bukan sekadar tempat konsumsi, tapi juga tempat edukasi dan promosi budaya Bali yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua DPD APPBI Bali, Zenzen Halmis, menyampaikan bahwa Indonesia Shopping Festival merupakan agenda nasional yang turut digelar di Bali untuk mendukung UMKM dan menarik wisatawan. Ia berharap kegiatan ini bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi di tengah geliat pariwisata yang terus tumbuh. “Kami berharap festival ini menjadi pintu masuk untuk membangkitkan kembali gairah belanja, mendukung UMKM, dan tentu saja, memperkuat Bali sebagai destinasi wisata yang berbeda,” ungkapnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali hingga Juni 2025 sudah mencapai 3,5 juta, dan diperkirakan akan menembus angka 7 juta hingga akhir tahun. Angka ini menjadi peluang besar bagi sektor retail, sekaligus tantangan untuk menjaga kualitas layanan dan nilai-nilai lokal.
Indonesia Shopping Festival akan berlangsung serentak di berbagai mall di Bali dengan program diskon, pertunjukan budaya, hingga pameran UMKM, menandai sinergi antara industri, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Bali yang berdaya saing global namun tetap berakar pada tradisi.
@Red






