Gubernur Koster Temui Perwakilan Driver OJOL, Tegaskan Komitmen Bersama Jaga Bali Tetap Aman dan Kondusif

Danrem 163/Wirasatya, Ka Binda Bali, Danlanal, dan Danlanud, Gubernur Koster menyambut hangat kedatangan 12 perwakilan OJOL dalam suasana kekeluargaan.

 

Denpasar persindonesia.com , 30 Agustus 2025 – Di tengah meningkatnya tensi sosial pasca demonstrasi yang melibatkan sejumlah driver ojek online (OJOL) dan elemen masyarakat, Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah cepat dan humanis dengan mengundang langsung perwakilan pengelola aplikasi dan koordinator driver OJOL ke kediaman resmi Jaya Sabha, Sabtu malam pukul 23.30 WITA.

Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, termasuk Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Danrem 163/Wirasatya, Ka Binda Bali, Danlanal, dan Danlanud, Gubernur Koster menyambut hangat kedatangan 12 perwakilan OJOL dalam suasana kekeluargaan.

Pertemuan ini digelar menyusul aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai insiden anarkis. Gubernur Koster memulai dialog dengan mendengarkan secara serius aspirasi para driver dan pengelola aplikasi. Ia memberikan respon positif atas keluhan mereka, khususnya terkait solidaritas atas insiden yang menimpa rekan mereka di Jakarta. “Saya sangat menghargai kehadiran saudara-saudara malam ini. Terima kasih sudah datang dan memilih berdialog. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kedamaian Bali,” ujar Gubernur Koster.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menekankan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak disusupi agenda lain yang dapat mengganggu keamanan daerah. Ia juga menyampaikan laporan bahwa sebagian peserta aksi anarkis bukan warga Bali dan diduga berasal dari luar daerah.

Gubernur Koster mengajak seluruh komunitas OJOL untuk bersama-sama menjaga stabilitas Bali, terlebih pariwisata dan perekonomian Pulau Dewata baru saja bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. “Jangan sampai aksi kita, yang niatnya tulus, malah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin membuat Bali tidak aman. Mari kita jaga Bali bersama-sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta agar kegiatan demonstrasi dihentikan, dan informasi tersebut segera disampaikan kepada seluruh 12.000 driver OJOL yang terdaftar di aplikasi.

Menanggapi permintaan tersebut, para koordinator menyatakan sepakat untuk tidak melanjutkan aksi demo dan memilih kembali fokus bekerja demi penghidupan keluarga. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih atas sikap terbuka dan humanis Gubernur Bali.

Di akhir pertemuan, Gubernur Koster menegaskan bahwa tindakan anarkis tidak bisa ditoleransi. “Saya sudah meminta Kapolda Bali dan Pangdam Udayana untuk menindak tegas oknum-oknum yang merusak fasilitas negara maupun milik masyarakat. Bila terbukti melanggar hukum, proses harus tetap berjalan,” tegasnya.

Seluruh unsur Forkopimda menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah menjaga Bali tetap aman, damai, dan kondusif demi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali.

@red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *