Persindonesia.com Jembrana – Untuk menjaga kialitas makanan lebih terjaga dan memastikan kondisi makanan layak untuk anak-anak, Komando Distrik Militer (Kodim) 1617/Jembrana merencanakan pelibatan guru, khususnya guru honorer, dalam pengawasan makanan program Dapur Bergizi pada tahun depan.
Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, menjelaskan para guru akan mendapat tugas mendampingi distribusi makanan bergizi (MBG) di sekolah. Guru yang ditunjuk bertanggung jawab memeriksa kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Cegah Keracunan, Semua Dapur MBG Jembrana Wajib Bersertifikat dan Diawasi Ketat
“Begitu makanan tiba di sekolah, guru langsung mengecek kondisi makanan secara acak. Setelah dinyatakan layak konsumsi, baru dibagikan ke anak-anak. Jadi ada lapisan kontrol tambahan sebelum sampai ke penerima,” ujarnya. Rabu (1/10)
Sebagai bentuk insentif, para guru yang terlibat akan mendapatkan honor sekitar Rp100.000 per hari, setara dengan insentif relawan MBG saat ini. “Kalau dihitung dalam 20 hari, mereka bisa menerima sekitar Rp2 juta,” jelasnya.
Astaga! Remaja 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Kaling di Jembrana
Menurut Adriansyah, usulan ini juga sudah disampaikan kepada Bupati Jembrana agar prioritas pelibatan diberikan kepada guru honorer. “Dengan adanya peran guru, diharapkan kualitas makanan lebih terjaga, karena mereka ikut mencoba dan memastikan kondisi makanan layak untuk anak-anak,” tambahnya.






