Persindonesia.com Jembrana – Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, tim gabungan yang dipimpin oleh Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto dan Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. M. Adriansyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sembako di Pasar Umum Bahagia Negara, Jembrana. Fokus utama sidak adalah pemeriksaan harga beras, yang ditemukan mengalami pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam sidak tersebut, tim gabungan menemukan bahwa harga beras di tingkat pedagang mencapai Rp16.000 per kilogram, melebihi HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900. Kapolres Endang Tri Purwanto menyatakan, “Kami langsung mengecek ke pedagang dan pembeli. Ternyata, harganya Rp16.000. Kami langsung perintahkan anggota untuk membeli beras di beberapa toko dan hasilnya sama,” ungkapnya. Senin (03/03/2025).
Sesuaikan Payung Hukum Yang Ada, Dewan Bangli Bahas Tatib
Menindaklanjuti temuan ini, Kapolres dan Dandim berdiskusi dengan Direktur PT Jaya Baru Lestari, Hendrik Asalim. Dari penjelasan direktur, harga beras Srijati dari gudang ke pedagang adalah Rp14.700, masih sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nomor 5 Tahun 2024.
Kapolres Endang Tri Purwanto mengimbau seluruh pedagang untuk menghormati dan mematuhi peraturan HET yang telah ditetapkan. “Untuk beras medium, HET-nya Rp12.500, sedangkan premium seperti Srijati maksimal Rp14.900,” tegas Kapolres. Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan tidak segan menindak tegas pelaku penimbunan atau penaikan harga di atas HET dengan ancaman pidana.
Hari Pertama Kerja, Bupati Kembang Langsung Sidak RSU Negara
Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, menambahkan bahwa pihaknya juga fokus pada penyerapan gabah dari petani. Ia memastikan harga serapan gabah di PT Jaya Baru Lestari mencapai Rp6.800, yang diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani. “Kami berharap harga dari UD Jaya Baru tetap dipertahankan, mudah-mudahan para petani bisa terbantu dengan harga yang diberikan dari serapan gabah tersebut,” ujar Dandim Adriansyah.
Direktur PT Jaya Baru Lestari, Hendrik Asalim, menjamin bahwa stok beras aman dan harga beras premium merk Srijati tetap stabil di angka Rp14.700 per kilogram, tanpa ada kenaikan menjelang hari raya. TS






