Hari Air Sedunia 2026, Pemkab Badung Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin kegiatan 

Badung Persindonesia.com  – Pemerintah Kabupaten Badung memperingati Hari Air Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar apel dan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kelan, Jumat (27/03/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Ny. Yunita Alit Sucipta.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, Kajari Badung Sutrisno Margi Utomo, serta jajaran perangkat daerah dan perwakilan organisasi masyarakat.

Mengusung tema “Water and Gender”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya peran bersama antara laki-laki dan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air, termasuk pelestarian kawasan pesisir. Kegiatan apel juga dirangkaikan dengan aksi korve sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan bantuan 30 unit tong komposter kepada para lurah di Kecamatan Kuta. Bantuan ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RS Kasih Ibu, yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan sampah organik langsung dari sumbernya.

Dalam sambutannya, Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah Badung.

“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan hanya di hilir. Mulai 1 April 2026, sampah organik tidak lagi dibawa ke TPA. Semua harus diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat hingga perangkat desa adat, untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Wakil Bupati juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung program lingkungan. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting untuk menciptakan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Ia menambahkan, keberlanjutan sektor pariwisata di Badung sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang bersih dan terjaga. Oleh karena itu, upaya kolektif dari semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan daerah yang lestari.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap aksi peduli lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *