Persindonesia.com Jembrana – Tahun ke dua Hari Raya Nyepi di Kabupaten Jembrana dalam masa pandemi Covid-19, perayaan pengerupukan masih tidak dianjurkan dalam pawai ogoh-ogoh maupun pementasan di setiap Desa se Jembrana, jelasnya, untuk menghindari kerumunan banyak orang.
Hal tersebut diucapkan oleh Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia Kabupaten Jembrana I Komang Arsana. S.Pd saat dikonfirmasi awak media dikantornya didampingi oleh MDA Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia. Senin (08/03).
Hari Libur,Tim Pemburu Pelanggar Prokes Covid-19 Tetap Turun ke Zona Merah
“Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1943 tahun 2021 yang jatuh pada hari Minggu14 Maret 2021 ini berbeda dengan tahun sebelum pandemi, kali ini tetap tidak dianjurkan mementaskan ogoh-ogoh dan untuk kegiatan Melasti yang jatuh pada hari Kamis 11 Maret 2021 tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Ketua PHDI Jembrana I Komang Arsana. S.Pd.
Ia melanjutkan, rangkaiannya kita sudah melalui pertemuan berulang kali sehingga kita mendapatkan keputusan bersama hasilnya nyepi kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari kerumunan.
Ny. Surya Adnyani Mahayastra Serahkan Bantuan APE
“Diawali dengan hari melasti sesuai dengan sastranya diatur yang dekat dengan segara (pantai) silahkan ke segara dengan jumlah orang tidak boleh lebih 50 orang, dan setiap desa maksimal 15 atau 25 orang, untuk tidak menghilangkan nilai sastra, yang jauh dari segara mereka mengadakan Melasti di beji (sungai suci),” ungkap Arsana.
Hal tersebut untuk mengikuti himbauan dari Provinsi Bali, kami di kabupaten menyikapi dengan hal tersebut, kami tidak melarang warga untuk tidak melasti ke segara, ini sifatnya hanya himbauan dan kembali lagi ke desa adat masing-masing.
Bupati Tamba: Banyak Orang Hebat Mengunjungi Jembrana Untuk Memberikan Suport
“Terkait hari tawur kesangan yang jatuh pada hari Sabtu (13/03) dimana akan dilaksanakan di perempatan catus pata seperti tahun lalu tetap dilaksanakan, jika belum mampu melaksanakan tawur kesangan menggunakan tawur agung disarankan paling tidak menggunakan panca kelud bhuwana atau sesuai dengan kemampuan.
Untuk di Hari Nyepi yang jatuh pada Minggu (14/03) yang sebelumnya jaringan internet non aktif, Hari Raya Nyepi kali ini masih di non aktifkan selama 1 hari sampai besoknya Hari Ngembak Geni. (Sub)






