Persindonesia.com Jembrana – Pertama kalinya Kesenian Hadrah dilombakan di Kabupaten Jembrana dengan memperebutkan piala bergilir Bupati Cup 2022. Festival Hadrah tersebut pertama kalinya di lombakan serangkaian peresmian Sirkuit All In One di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana
Sebanyak 30 kelompok Hadrah ambil bagian dalam Festival tersebut. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba pun secara langsung membuka Festival Hadrah, ditandai dengan pemukulan Rebana didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna dan undangan lainnya, Kamis (29/12).
Bupati Tamba mengatakan antusias masyarakat untuk mengikuti festival tersebut sangat tinggi, mengingat banyaknya kelompok yang turut berpartisipasi dan ramainya penonton yang memadati area Sirkuit All in One.
“Hari ini bagian rangkaian kegiatan di Sirkuit All in One ada festival Hadrah, sebagai salah satu atraksi budaya dari umat Islam. Peserta yang ikut membludak sekali, diperkirakan bisa sampai malam baru selesai,” ujar Bupati Tamba.
Bupati asal Desa Kaliakah ini pun menegaskan, pembangunan Sirkuit All in One berjalan sesuai fungsinya, yang mana sebagai pusat pelaksanaan atraksi budaya dan sebagai kegiatan massal masyarakat.
“Inilah fungsi Sirkuit All in One, semua atraksi budaya dan berbagai kegiatan masyarakat bisa dilakukan disini,” ucapnya.
Sementara Ketua Panitia Festival Hadrah, Husnul Hotimah mengatakan pelaksanaan perlombaan yang dikemas menjadi festival ini akan memperebutkan piala dan uang pembinaan bagi peserta terbaik berdasarkan penilaian para juri.
“Lomba akan memperebutkan piala bergilir Bupati Cup, dengan hadiah untuk juara I sebesar Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta dan juara III Rp 1 juta,” pungkasnya
Salah satu peserta bernama Rudi Hartono asal Desa Yeh Sumbul sangat antusias mengikuti festival tersebut, dirinya berharap perlombaan kesenian tradisional agar terus digalakkan di Jembrana. “Acara ini sangat bagus sekali, membangkitkan kesenian tradisional. Baru kali ini kita mendapatkan perhatian sampai kesenian ini di lombakan dan memperebutkan Piala Bupati Cup. Saya berharap semoga kedepan acara ini terus dilanjutkan,” terangnya.
Dirinya juga berharap kedepannya kesenian tradisional Hadrah dan Kesenian Bali Beleganjur agar dikolaborasikan itu sangat bagus sekali, dan bisa memperkuat tali persaudaraan melalui kesenian tradisional. “Dari dulu ini rencana saya sendiri untuk berkolaborasi dengan kesenian beleganjur, itu sangat bagus sekali kita tampil bersama, membuat ide baru di dalam kesenian itu sendiri. Selain itu kita bisa mempererat tali silahturahmi dengan saudara kita yang beragama Hindu,” jelasnya.






