Jendral Sudirman Di Sokonanunggal dalam Acara ini

Surabaya, Persindonesia.com,- LPMK Sukomanunggal Kota Surabaya menggelar Karnavar seremonial bertajuk Drama Kolosal dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2022, Minggu, 13/11/2022 sekira pukul 10.00 wib.

Seluruh Warga Donowati Kelurahan Sukomanunggal Kecamatan Sukomanunggal Surabaya, sangat antusias mengikuti Karnaval drama pejuang arek arek Suroboyo.

Suasana menengok kebelakang gelaran Karnaval 10 november ini mengingatkan kembali Pertempuran yang terjadi antara Tentara Indonesia melawan pasukan Inggris usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Momentum 10 November itu adalah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Bagi warga Sukomanunggal, ini adalah rasa peduli kami terhadap tragedi Sejarah Indonesia, mengingat bahwa dahulu pertempuran untuk merebut bangsa ini tidak mudah, sampai titik darah penghabisan kita relakan untuk berjuang merebut kemerdekaan atas nama Indonesia.

Disepanjang jalan peserta Karnaval terus berteater drama, tujuannya hanya untuk membuka kasat mata para penonton akan perjuangan pada waktu itu, dari Jenderal Sudirman yang di Tandu sepanjang perang Gerilya dan pejuang dengan senjata tempur maupun bambu runcing.

Pada kesempatan itu Lurah Sukomanunggal Yayuk Herwati S.sos menjelaskan kegiatan ini murni untuk mengingat para pejuang yang bertempur di medan perang, karakter peserta karnaval yang di gunakan keseluruhan rata-rata memakai imajinasi bertempur, hal ini menumbuhkan semangat kita sebagai warga Surabaya untuk memupuk rasa cinta terhadap tanah air.

Lebih lanjut Yayuk berharap di kesempatan selanjutnya agenda gelaran karnaval memperingati 10 November tetap dilakukan, untuk mengenang para pejuang yang semangat bertempur melawan penjajahan.

Selain itu Ketua LPMK Sukomanunggal Tuti Hidajati M.ap menyebutkan bahwa tidak ada warga Donowati Kelurahan Sukomanunggal yang tidak mengikuti pergelaran tahunan ini, dirinya mengungkapkan perlu diingat kegiatan yang terlaksana murni tidak ada sumbangan dari pihak manapun, semua kegiatan karnaval ini adalah swadaya warga yang menjunjung tinggi atas mengenang para pahlawan kita.

Terlebih Tuti selalu memberi suport dukungan kepada peserta, untuk tetap konsisten dan menjaga kemerdekaan Indonesia yang di perjuangan leluhur kita, Jika kegiatan memperingati 10 November salah satu warga tidak terwakilan, maka tuti menegaskan untuk memberi denda dengan kesepakatan yang telah ditentukan cetusnya. (Red-hdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *