Jember-Persindonesia.com. Ketua Himpunan Orkes Barisan Indonesia (HOBI), Nancy Sambow, mengapresiasi kehadiran peserta dari Filipina dalam ajang Jember Marching Festival (JMF) 2025 yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Kabupaten Jember. Festival marching band tahunan yang telah memasuki tahun ke-8 ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 14-16 Februari 2025.
Ginanjar kamil salah satu dewan juri sekaligus Ketua Dewan juri yang mewakili HOBI dalam hal ini menyampaikan dalam event ini jumlah juri yang diterjunkan dalam kompetisi ini ada enam orang yang masing masing juri berasal dari wilayah yang berbeda.
Kamil juga menyampaikan dalam kompetisi ini ada beberapa macam lomba yang berbentuk individual diantaranya adalah lomba solo yaitu solo tiup, solo perkusi dan solo mayoret dan solo solo yang lain, namun untuk lomba yang berkelompok ada lomba konser, ada lomba marchind filshow dan lomba hansembel calergert, “ungkap kamil.
Disinggung hadirnya peserta dari Filipina kamil yang juga mewakili dari HOBI menjelaskan bahwa kompetisi JMF ini sudah teralifiasi dengan HOBI, maka JMF ini terdengar sampai ke negara negara lain se asia, dimana salah satu peserta dari Asia yang berminat mengikuti JMF ini adalah peserta dari Filipina yang diikuti dari 5 sekolah yang ada di negara Filipina, “terangnya.
Disinggung transparansi penilaian juri, kamil menjelaskan bahwa JMF ini kenapa beralifiasi dengan HOBI yang menginduk dengan AMBC , ini adalah organisasi internasional se Asia yang mempunyai sistem penilaian yang sudah di akui di negara negara ASIA. sehingga sistem ini bisa menghindari dari kecurangan, kecurigaan dimana juri jurinya sudah tersertifikasi secara internasional di AMBC (Asian Marching Band Confederation) , itu sebabnya lomba ini terdengar dinegara negara tetangga dan dari negara tetangga ada yang berminat untuk hadir mengikuti lomba ini dikarenakan ia tahu sistem penilaiannya juga sama dinegaranya dengan sistem AMBC, ini menunjukkan kepercayaan dari peserta, bahwa kegiatan ini benar benar sportif, kita menjungjung tinggi kejujuran dan kita transparansi atas penilain yang diberikan kepada peserta dimana semua juri jurinya yang mempunyai integritas sehingga juri jurinya tidak terafiliasi dengan band peserta, “ungkapnya.
Nancy Sambow hadir dalam JMF 2025 sebagai advisor, memastikan bahwa acara berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta. Ia menilai kehadiran peserta dari luar negeri, seperti Filipina, menjadi bukti bahwa festival ini telah dikenal di kancah internasional.
“JMF tahun ini istimewa karena kedatangan peserta dari Filipina. Mereka akan tampil dalam perlombaan pada hari Sabtu dan Minggu,” katanya.
Nancy juga menegaskan bahwa sistem penilaian dalam JMF sudah sesuai standar World Marching Band Organization (WMBO) dan Asian Marching Band Confederation (AMBC).
Juri jurinya juga bersertifikasi dan diakui secara internasional, sehingga standart kompetisi ini benar benar terjaga dan para juri juga bisa dipanggil untuk menilai lomba baik di Indonesia maupun diluar negeri, ” Jelasnya.
Sebagai penutup, Nancy berharap agar kedepan pemerintah lebih memperhatikan fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan festival ini.
“JMF ini sudah berskala internasional, kami berharap kedepannya pemerintah lebih mendukung dengan peningkatan fasilitas agar kegiatan ini semakin berkembang, ” Pungkasnya.
Pras/Sis






