Persindonesia.com Jembrana – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Kabupaten Jembrana berhasil menunjukkan kemampuannya meminimalisir pengeluaran daerah. Terobosan ini memungkinkan Jembrana untuk menyalurkan bantuan berupa 70 unit kendaraan pick-up kepada desa adat se-Kabupaten Jembrana, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar 13 miliar rupiah. Kendaraan-kendaraan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan transportasi di masing-masing desa adat.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat dikonfirmasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya program visi misinya tersebut di tengah situasi yang penuh tantangan. “Di tengah situasi efisiensi, akhirnya kami bisa menyelesaikan program visi misi pemberian kendaraan kepada desa adat,” ujarnya, Sabtu (32/5/2025).
Akibat Rem Blong, Truck Bermuatan Plastik Polibek Tabrak 2 Mobil di Kintamani
Kembang mengaku, sumber anggaran untuk pengadaan puluhan unit pick-up ini berasal dari berbagai upaya penghematan dan efisiensi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana. Ia mencontohkan, anggaran ini bersumber dari penghematan, efisiensi yang telah dilakukan.
“Contoh kecil seperti di rumah jabatan ada biaya pakan ternak sebesar Rp 180 juta setahun. Sekarang saya tidak beternak di rumah jabatan, ini saya tidak perlu anggaran tersebut dan uang tersebut saya alihkan untuk membeli kendaraan pick-up. Ini dapat 1 unit. Jadi keseluruhan, dari penghematan di rumah dinas saja kita mampu membeli 3 unit kendaraan pick-up,” terangnya.
Hidupkan Ekonomi Lokal, PSN PPN Pengambengan Segera Masuk Tender
Tidak hanya di lingkungan eksekutif, lanjut Kembang, upaya efisiensi juga merambah ke setiap dinas dan bahkan lembaga legislatif di Jembrana. “Selain itu kita juga melakukan penghematan di setiap dinas, karena ada instruksi dari Bapak Presiden, kami mengefisiensikan perjalanan dinas. Tidak hanya di dinas saja, di DPRD juga diefisiensikan, kita dapatlah dana dari sana,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. “Ini kita lakukan supaya tidak ada yang bertanya lagi dari mana dana kendaraan pick-up ini. Ini dari efisiensi kita semua dari dalam, baik dari eksekutif dan legislatif, sehingga kita bisa berbuat di tengah situasi kondisi yang tidak mudah dan sangat sulit,” tegasnya. Ts






