Kabaharkam Mabes Polri Tinjau Pencarian Korban KMP Yunicee Di Pelabuhan Gilimanuk

Persindonesia.com JEMBRANA – Pasca tenggelamnya KMP Yunicee Selasa (29/06) malam sekitar pukul 19.05 Wita,  Kabaharkam Mabes Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto langsung tinjau Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Dalam hal ini Kabaharkam Mabes Polri diterima oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, S.H.,M.Si didampingi oleh Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK serta Dandim 1617 Jembrana Letkol. Inf. Hasrifuddin Haruna.

“Saya bersama kapolda hari ini meninjau upaya pencarian korban dari KMP Yunicee yang sejak tadi malam diusahakan oleh teman-teman dari Polda Bali, Polres Jembrana, Tim Sar dan TNI dan teman yang berada di sekitar lokasi ini,” ujar Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Pjs Danramil 414-05/Kelapa Kampit Hadiri Rapat Koordinasi Penghentian Pencarian Korban Laka Tambang

Ia melanjutkan, upaya terus dilakukan dengan maksimal dan berhasil diselamatkan ada 38 orang dan yang meninggal 7 orang. Kini fokus sekarang kepada Kapolda untuk upaya pencarian korban yang tersisa, pihaknya belum tahu berapa lagi korban yang tersisa.

“Saya kirimkan tim dari direktorat Polair Kabaharkam dengan peralatan-peralatan untuk menentukan atau mencari dimana letak posisi kapal yang tenggelam tersebut, dikarenakan informasi sudah dibawa arus, hingga ketika mengetahui posisinya kita bisa melakukan upaya pencarian secara instensif lagi terhadap korban, apakah korban masih ada dibawah kapal sehingga nanti bisa dilakukan upaya evakuasi,” terang Arief.

Danrem 163 Wira Satya : Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan

Pihaknya berharap semoga angin tidak kencang dan ombak tidak besar, sehingga upaya pencarian lebih mudah dilakukan, terkait sebaran sudah sampai di Kecamatan Melaya kurang lebih 4 mil dari titik terakhir kapal itu tenggelam mengarah ke Timur.

“Arus bawah yang mungkin menggeser posisi kapal, kami sudah terjunkan alat dan penyelam juga dari mabes polri yang akan menentukan lokasi dimana kapal itu berada,  kalau posisi kapal sudah diketahui kita akan terjunkan penyelam kalau kedalaman memungkinkan, kemungkinan masih ada korban terjebak di dalam kapal, mudah-mudahan bisa kita angkat,” ujarnya.

Lebih jelasnya Arief mengatakan, untuk kapal, sudah dikerahkan oleh Polda Bali sebanyak 6 unit, dan sudah datang tadi pagi. Kesulitan adalah ombak dan arus bawah yang kuat, semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi kedepannya dan semoga korban cepat ditemukan. (sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *