Kabupaten Jembrana Kembali Gelar Lomba Sampan Tradisional

Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggelar lomba Sampan Tradisional yang menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer, mulai di lepas di Muara samping Pura Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Jembrana. Lomba dilepas langsung oleh Bupati Jembrana yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, didampingi oleh Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana dan Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf Teguh Dwi Raharja

Dalam lomba tersebut, peserta dari Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana kembali sabet juara I,II dan III. Juara I diraih oleh pasangan I Gede Sandi Adnyana 40 tahun bersama I Wayan Taler 60 tahun, juara II diraih pasangan Kadek Feri Pranata 30 tahun bersama Gede Adi Kartika 33 tahun. Sedangkan Juara III salah satunya sempat pingsan lantaran kelelahan diraih pasangan I Ketut Pariasa 51 tahun bersama Komang Sutama 54 tahun.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dalam Webinar IBI Bali

Kali ini Pemkab Jembrana menyiapkan hadiah sebesar Rp. 15 juta rupiah. Untuk Juara I meraih uang sebesar Rp. 2,5 juta rupiah, Juara II meraih uang sebesar Rp. 2 juta rupiah, sedangkan untuk juara III merah uang sebesar Rp. 1,8 juta rupiah

Saat dikonfirmasi, Kadis Dikpora Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, Lomba Sampan Tradisional ini rutin dilaksanakan setiap tahun berkaitan dengan HUT Kota Negara dan HUT RI 2023. Peserta yang mendaftar sebanyak 47 orang. “Terkait kreteria lomba tersebut, pertama perahu harus dari kayu, bukan dari viber, 1 perahu berjumlah 2 orang, terkait umur bebas,” terangnya. Sabtu (5/8/2023).

Rotasi Kepemimpinan Berikan Semangat Baru Guna Meningkatkan Kinerja Organisasi Menjadi Lebih Baik

Dalam lomba kali ini, pihaknya menyiapkan hadiah uang dengan total Rp. 15 juta rupiah. Pihaknya juga memberi dana partisipasi untuk setiap peserta sebesar Rp. 250 ribu rupiah. “Tahuin kemarin yang mengikuti lomba sebanyak 48 orang, akan tidak semuan perahu mereka terbuat dari kayu, ada beberapa yang menggunakan viber dan hanya ikut berpartisipasi. Ada juga peserta yang sebelumnya ikut kali ini tidak ikut karena perahunya tidak layak digunakan,” jelasnya.

Sementara Juara I Sampan Tradisional yang diraih oleh I Gede Sandi Adnyana (40) bersama I Wayan Taler (60) mengatakan, pihaknya merasa sangat senang telah meraih jura I sampan tradisional kali ini. “Tadi sebenarnya tidak ada persiapan apa-apa, hanya istirahat yang cukup, makan teratur, dan minum yang banyak dengan air putih,” ungkapnya.

Penyidik Puspom TNI dan KPK Geledah Basarnas

Terkait kesulitan selama mengikuti lomba Sandi mengaku, kesulitannya hanya di jalur lomba yang banyak sampah kayu sisa-sisa banjir bandang tahun lalu. “Kalau sampah pelastik memang tidak kami temukan, warga disini sering bergotong royong membersihkan sampah plastik di sungai,” ucapnya.

Sandi mengaku, dirinya setiap lomba ikut berpasrisipasi dari tahun 2017 dan terus mendapat juara. “Astungkara terus dapat juara, hanya sekali saja mendapat juara II tahun lalu,” ucapnya. Sub

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *