Kalah Diproduksi, Kualitas Kakao Fermentasi Jembrana Diakui Dunia

Persindonesia.com Jembrana – Komoditi produksi kakao Kabupaten Jembrana menempati posisi puncak dari produksi kakao SE indonesia. Namun bukan berarti dari volume produksinya melainkan berada di peringkat tertinggi melainkan dari sisi kualitas.

Kualitas Kakao Jembrana telah diakui sebagai komoditi berkualitas bagus di Indonesia. Pasalnya, produksi biji kakao Jembrana dilakukan melalui fermentasi. Selain itu juga para petani kakao dalam pembudidayaan mengunakan pola dan sistem ramah lingkungan.

Rilis Perdana Tahun 2022 Polres Metro Jakarta Timur Ungkap Kasus Pencurian Dengan Kekerasan

Hal itu diungkapkan Direktur Yayasan Kalimajari, IGA Agung Widiastuti saat peringatan Hari Lapang Tani yang dipusatkan di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Rabu (5/1/2022).

Hari lapang tani yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, turut hadir kadis pertanian, pimpinan BUMN, juga puluhan kelompok subak abian yang tersebar di Kabupaten Jembrana.

Koarmada I Peringati HUT Kowal Ke-59

“Dari kuantitas memang produksi cokelat kita masih sangat kecil jika dibandingkan provinsi se-Indonesia. Namun yang kita kedepankan kualitas produksi dengan metode fermentasi ini,” ujar Widiastuti.

Kata Agung Widiastuti, dengan implementasi produksi kakao fermentasi di Jembrana, mampu menyetarakan diri dengan produksi kakao dunia.

Rembug Warga Tahunan Tingkat RT dan RW Kelurahan Gajah Mada Dihadiri Babinsa Koramil 413-10 /Bukit Intan

“Pola fermentasi yang kita terapkan di Bali khususnya di Kabupaten jembrana menjadikan kebanggaan para petani budidaya di bali lantaran produksi kita (Bali) mampu bersaing di pasar dunia khususnya pasar Amerika,” ujarnya

Terkait budidaya tanaman kakao ramah lingkungan kata Widiastuti para petani kakao di bali khususnya di Jembrana dilakukan dengan pola organik.

Relaksasi Pajak 2022, Gratis BBNKB

“Mulai dari pengolahan tanah, pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit semuanya menggunakan dengan pola organik. Misalnya pemupukan menggunakan kompos, fungisida dan insektisida masing masing juga menggunakan berasal dari reramuan yang telah diracik oleh para anggota kelompok tani,” paparnya.

Sementara Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, hari lapang tani mampu dijadikan momentum bagi kalangan tani dan generasi muda untuk lebih bergairah dalam budidaya disektor pertanian.

Polres Pangkalpinang Bantu Capaian Target Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

“Saat ini kabupaten Jembrana yang nata bene daerah agraris dan masyarakatnya sebagian besar bergelut di sektor pertanian. Untuk itu harap lebih bergairah bertani khususnya budidaya tanaman kakao,” kata Wabup Ipat.

Lebih jauh, Ipat juga menjelaskan dimasa pandemi covid-19 berbagai daerah mengalami berbagai kesulitan, namun sektor pertanian dan perkebunan Jembrana masih tetap bertahan. Salah satunya adalah produksi disektor pertanian masih kuat seperti komoditas kakao sendiri.

Kapolda Bali Zoom Meeting Dengan Kapolri, Vaksinasi Merdeka Serentak Usia 6 Sampai 11 Tahun

Wabup ipat berharap para petani kakao mampu berinovasi sehingga akan dapat menambah penghasilan. “Memang kita (Jembrana) akui produksi kakao masih sangat kecil namun secara umum di Indonesia kakao menempati posisi keenam dunia. Saya harapkan kepada para petani kakao di Jembrana ini untuk melakukan inovasi inovasi baru khususnya dengan melakukan processing biji kakao fermentasi. Dengan cara ini selain biji kakao Jembrana dapat bersaing di pasar dunia secara ekonomi. Juga saya yakinkan akan menambah pendapatan baik kepada para petani itu sendiri juga berkontribusi bagi pendapatan negara,” pungkasnya. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *