Denpasar – Miris, kejadian pada Pada hari Jumat tanggal 13 Januari 2023 pukul 22.50 Wita TKP Pantai Padanggalak Kesiman Kertalangu Dentim telah terjadi perselisihan berujung perkelahian, yang melibatkan siswa-siswa dari beberapa sekolah di Denpasar.
Kronologis kejadian berdasarkan data kepolisian setempat berdasarkan keterangan pihak yang terlibat, permasalahan berawal dan saling tantang duel lewat Chat Wa antara korban dengan pelaku (Riko), merupakan teman dekat dari mantan pacar korban, pada Jumat tanggal 13 Januari 2023 pukul 21.00 Wita antara pelaku dan korban kembali saling chat dan janjian ketemuan di Pantai Padanggalak Dentim dengan tujuan menyelesaikan masalah, sekira pukul 22.00 Wita korban bersama sekitar 10 temannya berangkat dan rumah Sekar Sari menuju Pantai Padanggalak Dentim.
Kelompok korban tiba di TKP lebih dulu, selang beberapa menit tiba kelompok Rko yg berjumlah sekitar 10 org, kemudian korban bersama salah satu temannya menuju kelompok Rko dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah.
Begitu berhadapan dengan pelaku (Rik) korban langsung dipukul dan dikeroyok oleh kelompok Rko, kemudian temannya yang ada TKP berusaha memisahkan, hingga datang pecalang dan Bhabinkamtibmas yg pada saat itu berada tidak jauh dari TKP
Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka kecil pada bagian bibir karena dipukul dan Punggung lecet karena jatuh didorong, sekira pukul 23.10 Wita Tim UKL Polsek Dentim tiba di TKP dipimpin oleh Pawas Polsek AKP I Wayan Denia dan Padal Aiptu I Putu Partawan.
Pada kelompok pelaku ditemukan sajam dan alat pemukul – 1 buah parang (blakas pemotong daging), dan kedua kelompok diamankan di Polsek Dentim guna penyelesaian lebih lanjut.
Selanjutnya pada Senin tgl 16 Januari 2023 dilakukan mediasi antara Polsek oleh Kapolsek Dentim Kompol I Nengah Sudiarta, S.Sos didampingi Kanit Reskrim Polsek Dentim Iptu I Made Galih Arta Wiguna., S.trk. perwakilan sekolah-sekolah, siswa-siswa yang terlibat beserta para wali murid /orang tua siswa.
Kapolsek Dentim Kompol I Nengah Sudiarta, S.Sos didampingi Kanit Reskrim, Kapolsek dalam acara mediasi dihadapan yang hadir mengungkapkan, Untuk berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan Arif dan bijaksana. Terjadinya prilakun penyimpangan dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan , kedepan agar kita lebih bisa mencurahkan waktu perhatian kepada anak karna mereka adalah masa depan bangsa, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat, perilaku yang tidak kita harapkan terjadi.
Kita melihat ini bukan knakalan remaja yang biasa namun sudah melebar dengan kekerasan bahkan mempersiapkan Sajam, dengan niat untuk menyakiti orang.
Bersama bagaimana merumuskan kedepan agar tidak terjadi kembali, jelas Kapolsek.

Sementara dari pihak Dinas Pendidikan dan juga pihak sekolah mengharap agar para orang tua lebih fokus memberikan pengawasan pada anak-anaknya pada saat jam luar sekolah.
Penandatanganan berjalan lancar antara pihak yang berseteru dan sudah berdamai secara elegan.
Tim.






