Karya Kinembulan Desa Adat Sading Jadi Simbol Soliditas 13 Banjar, Pemkab Badung Serahkan Dana Punia

Mengwi, 24 Juli 2025 – Semangat kebersamaan dan kekuatan tradisi kembali terpancar dari Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, saat pelaksanaan Karya Kinembulan digelar secara meriah di Lapangan Umum Desa Adat Sading, Kamis malam (24/7). Karya besar ini mempertemukan seluruh unsur masyarakat adat dalam satu rangkaian yadnya yang sarat makna, mulai dari Pitra Yadnya hingga Manusa Yadnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Bagus Alit Sucipta yang mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta sebagai Upasaksi (saksi utama) dalam prosesi ritual yang digelar setiap lima tahun ini.

Rangkaian Upacara Melibatkan Ratusan Krama, Karya Kinembulan kali ini meliputi berbagai upacara adat, di antaranya: Ngaben: 19 peserta, Nyekah: 104 peserta, Mesangih: 100 peserta, Telu Bulanan: 72 peserta, Warak Kruron: 67 peserta, Ngelungah: 10 peserta, Ngelangkir: 7 peserta, Melepeh: 14 peserta dan Sanan Empeg: 12 peserta.

Hal ini menunjukkan bahwa karya ini bukan hanya berskala besar secara spiritual, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan ratusan krama dari 13 banjar yang tergabung di Desa Adat Sading.

Wujud Komitmen Pemkab Badung, Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan warga Sading yang telah mewujudkan karya dengan penuh semangat gotong royong.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir mendampingi masyarakat. Kami memahami bahwa karya seperti ini membutuhkan banyak energi dan sumber daya. Oleh karena itu, kami berkomitmen meringankan beban masyarakat,” ujar Wabup Bagus Alit.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemkab Badung menyalurkan bantuan dana APBD Induk tahun 2025 sebesar Rp 700 juta, ditambah bantuan pribadi dari Wabup Alit Sucipta sebesar Rp 30 juta, yang secara simbolis diserahkan kepada Bendesa Desa Adat Sading, I Ketut Surata.

Kinembulan: Makna Gotong Royong dan Harmoni, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dalam arahannya menekankan bahwa karya Kinembulan merupakan simbol kekuatan persatuan. “Saya menyaksikan sendiri, 13 banjar di Kelurahan Sading bersatu tanpa sekat. Ini bukti bahwa kekuatan adat, budaya, dan agama tetap kokoh di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat penting, termasuk anggota DPD RI I Komang Merta Jiwa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, para anggota DPRD Badung, serta unsur Tripika Kecamatan Mengwi. Jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan prajuru adat juga hadir memberikan dukungan penuh.
Doa dan Harapan

Wabup Alit Sucipta menutup keterangannya dengan mengajak seluruh krama untuk terus memohon kerahayuan dan tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh prosesi yadnya berlangsung aman, lancar, dan membawa berkah.

“Karya ini bukan hanya persembahan suci, tapi juga momentum menjaga jati diri dan warisan budaya leluhur,” ucapnya.

@red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *