Kasus Covid Meningkat, 2 Orang Meninggal di Jembrana Belum Pernah  Vaksin

Persindonesia.com Jembrana – Peningkatan kasus Covid-19 setelah Pasca Hari Raya Lebaran meningkat tajam di Indonesia, bahkan pulau Bali yang dikenal ketat menangani kasus Covid sudah mulai ada peningkatan.

Arogan dan Intimidasi Terhadap Wartawan,Jurnalis Tangsel Unjuk Rasa Tuntut Copot Kadispora

Seperti halnya di Kabupaten Jembrana khususnya terjadi peningkatan kasus Covid yang sebelumnya 2 Minggu yang lalu sempat mengalami zero Covid-19, bahkan akhir-akhir ini selama 2 hari berturut-turut sebanyak 2 pasien meninggal dunia diantaranya berumur 37 tahun.

Diketahui, setelah ditelusuri tim medis riwayat pasien yang meninggal dunia tersebut keduanya ternyata belum di vaksin. “Ternyata mereka berdua belum di vaksin. Pemerintah melalui fasilitas kesehatan (faskes) baik puskesmas dan klinik pratama hingga keliling jemput bola berupaya masih membuka gebyar vaksinasi, ungkap Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Komplek Al-Jihad Martapura, Wakili Kalsel Lomba Kampung Tertib Lalin Tingkat Nasional

Tinggal 29 hari lagi, lanjut Tamba, untuk mencapai target 70 persen masyarakat Jembrana tervaksinasi, hanya vaksin yang dapat menjamin masyarakat bisa terhindar covid-19, “setelah 29 hari terlewatkan, kita tidak tahu dan menjamin apakah bisa vaksin. Karena itu ayo vaksin,” ungkap Tamba.

Kita pikir Covid sudah hilang, imbuh Tamba, ternyata meningkat lagi dan hal ini terjadi luas (Indonesia). Masyarakat harus sadar sendiri, kalau mau sehat ikuti aturan. Prokes dan vaksinasi,” terangnya. Pihaknya sudah berupaya melakukan berbagai cara, vaksin itu aman untuk melindungi diri.

Penertiban Parkir Liar Disepanjang Jln Bekasi Raya Kelurahan Jatinegara Cakung

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gusti Bagus Oka Parwata didampingi Direktur RSU Negara, Ni Putu Eka Indrawati menyebutkan dari data dalam sehari ada tambahan 21 orang positif Covid-19. “Dari 36 sampel yang dilakukan PCR, 21 positif. Tiga di antaranya anak-anak,”  ujarnya.

Dari jumlah yang dirawat saat ini, lima di antaranya merupakan klaster keluarga. Parwata juga membenarkan dua pasien yang meninggal dari riwayat belum pernah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Massa Mengatasnamakan Gerakan Pengawal Kebijakan Pemko Medan Geruduk Kantor Walikota Medan

Memang benar, terang Oka, dua orang pasien meninggal dunia dari riwayatnya mereka belum pernah mengikuti vaksin. Untuk saat ini, sebanyak 5 orang dirawat merupakan klaster keluarga.

“Mengikuti vaksin paling tidak bisa memberikan kekebalan tubuh, dan jika terpapar Covid-19 tidak akan parah, peluang untuk meninggal dunia sangat kecil, maka kami pemerintah daerah hingga Kamis (24/06) menargetkan 100 persen, dari 230 ribu jiwa untuk vaksin dosis I sudah tercapai 60 persen,” tutup Oka. (Sub/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *