Kelian Adat Palungan Batu Ikut Jadi Korban Gigitan Anjing Liar Diduga Rabies, 10 Korban Terdata

Persindonesia.com Jembnrana – Setelah didata, oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas I Jembrana, korban gigitan anjing yang diduga rabies di 2 banjar di Desa Batuagung yakni Banjar Sawe dan Banjar Palungan Batu bertambah pada Kamis (18/7/2024), yang sebelumnya dikabarkan hanya 6 orang, bertambah menjadi 10 orang.

Dua dari korban adalah anak kecil berusia 7 dan 10 tahun. Korban pertama digigit  Kelian Adat Banjar Palungan Batu I Gst Agung Kd Sutarata (54 tahun), digigit di rumahnya pada pukul 01.00 wita. Korban kedua, I Ketut Sukadana (46 tahun), pemilik penyosohan beras, digigit di kantornya (pabrik) pada pagi hari.

Anjing tersebut dilaporkan menempuh jarak sekitar 6 kilometer dari lokasi gigitan pertama di Banjar Palungan Batu ke lokasi kedua di Banjar Taman. Setelah menggigit korban kedua, anjing ini kembali ke utara menuju perbatasan Banjar Sawe dan Banjar Palungan Batu, di mana anjing itu menggigit 8 orang lainnya. Anjing yang diduga rabies ini berhasil ditangkap oleh warga dan sampelnya telah diambil oleh medik veteriner Kecamatan Jembrana untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas kejadian tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana melalui Bidang Keswan Kesmavet Kabupaten Jembrana pada Jumat (19/7/2024) langsung melakukan vaksinasi emergency ke lokasi. Sampai saat ini sebanyak 72 ekor anjing dan 3 ekor kucing berhasil divaksin di 2 banjar.

Wayan Puspa Negara, Rasa Syukur Atas Kemenangan Prabowo Gibran, Baksos Ini Didukung PakDe Gajah dan Wasudewa

Saat dikonfirmasi Kelian Adat Banjar Palungan Batu I Gst Agung Kd Sutarata menuturkan, dirinya digigit pada 01.00 wita saat keluar rumah menuju lokasi anjing menggonggong di gudah miliknya. “Saat itu saya keluar dan mengecek di gudang bawah ternyata anjing tersebut sudah disana. Anjing tersebut langsung menyerang dan menggigit kaki saya, setelah itu, anjing tersebut langsung kabur ke barat. Paginya saya langsung ke Puskesmas Jembrana dan sudah mendapatkan VAR disana,” ungkapnya. Jumat (19/7/2024).

Sementara Kabid Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa seijin Kepala Dinas Pertanian dan Pangan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim gerak cepat untuk merespon adanya laporan gigitan anjing yang tidak bertuan telah menggigit warga di 2 banjar. “Kemarin kami mendapat info langsung dari warga, setelah di total jumlah korban, kami temukan baru 10 orang digigit. Mudah-mudahan ini tidak berkembang lagi korbannya,” jelasnya.

Lantaran ada banyak korban digigit, lanjut Widarsa, pihaknya langsung melakukan vaksinasi emergency kepada anjing peliharaan di wilayah sekitar korban yang merupakan perbatasan Banjar Palungan Batu dan Banjar Sawe. “Selanjutkan akan kita kembangkan. Hari Senin kita jadwalkan anjing peliharaan di semua banjar di Desa Batuagung agar bisa di vaksinasi, karena anjing ini tidak diam, dia jalan keselatan telah melewati 2 banjar. Kita targetkan minimal 80 persen populasi HPR yang dapat kita vaksin,” terangnya.

Anjing Diduga Rabies Serang 6 Warga Palungan Batu dan Sawe 1 Korban Anak Kecil

Ia mengaku, pada hari Kamis (18/7/2024) sekira pukul 17.00 wita anjing tersebut sudah dieliminasi dan sampel sudah diambil untuk dibawa ke Lab BBVet Denpasar. “Kemungkinan nanti sore atau besok pagi sampel tersebut akan dikirim ke lab Denpasar. Karena banyak ada korban ini sifatnya emergency. Rasanya 99 persen anjing tersebut positif rabies, karena telah menggigit. Sebenarnya Desa Batuagung mengarah ke zona hijau. Kita sebelumnya mengagendakan Desa Batuagung, karena di Desa Tuwed ada kasus kita kesana terlebih dahulu,” ucapnya.

Sementara Kepala Puskesma I jembrana drg Ni Ketut Ayu Wardiani mengatakan, data yang diterima sebanyak 10 orang yang telah digigit anjing diduga rabies, dari 10 korban, 1 orang ditangani di Puskesmas dengan luka ringan dan telah mendapatkan VAR. “Sembilan orang lainnya sudah ditangani di RSU Negara dengan keadaaan luka lumayan berat, semua korban mendapatkan jaritan,” katanya

Ia mengungkapkan dari 9 korban yang dirawat di RSU, 1 orang anak berusia 7 tahun mendapat serangan anjing yang cukup berat di bibir dan di tangan. “Ini agak beresiko sampai mendapat jahitan 5 di bibir dan 12 di tangan. Anak ini sudah mendapat VAR dan SAR. Sampai saat ini korban tetap 10 orang tidak ada penambahan,” ungkapnya. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *