Persindonesia.com Jembrana – Salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Komang Surata asal Lingkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, hingga kini belum ditemukan. Surata diketahui merupakan sopir truk bermuatan semen yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.
Surata tercatat sebagai salah satu dari 66 orang yang berada di kapal nahas tersebut, berdasarkan data manifes yang mencakup 53 penumpang dan 13 awak kapal. Dari jumlah tersebut, hingga Kamis (3/7/2025) pukul 14.00 WITA, total 37 orang telah berhasil dievakuasi. Sebanyak lima korban di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Lima jenazah tersebut kini berada di RSU Negara.
Adik korban, Gede Sumerta, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa kakaknya kemungkinan besar menggunakan nama “Nyoman” saat membeli tiket kapal. “Ia kemarin berangkat siang dari Jembrana menuju Banyuwangi untuk menyeberang, seperti biasanya membawa truk bermuatan semen,” ungkapnya.
Truck Bermuatan 8 Ton Bata Ambruk di Jalanan Menanjak Yangapi Tembuku
Menurut penuturan Sumerta, seorang rekan korban yang juga sopir truk tronton menginformasikan bahwa saat kapal hendak berangkat, Komang Surata sempat dikeluarkan dari kapal karena muatan berlebih. Namun, tak lama kemudian justru diminta kembali naik ke kapal menggantikan truk tronton tersebut.
“Teman kakak saya yang sempat naik duluan, akhirnya tidak jadi ikut karena kapal berat. ABK mengganti dengan kakak saya yang membawa truk semen. Teman kakak saya ini yang mengabari anak kakak saya, lalu informasi itu sampai ke saya,” jelasnya.
Sumerta mengaku khawatir karena berdasarkan kebiasaan, sang kakak selalu tidur di dalam kendaraan saat menyeberang. “Ia jarang sekali naik ke dek. Kalau capek, ya langsung istirahat di truk. Saya curiga, saat kapal tenggelam, kakak saya sedang tidur di dalam,” ujarnya dengan nada cemas.
Sengketa Lahan Sawah Belum Usai, Kok Tiba Tiba Mau Di Garap
Komang Surata diketahui telah lama berprofesi sebagai sopir truk dan hanya libur setiap hari Minggu. Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Saya hanya berharap kakak saya ditemukan selamat, di mana pun keberadaannya. Itu satu-satunya harapan saya,” tutup Sumerta.
KMP Tunu Pratama Jaya sendiri tercatat mengangkut sejumlah kendaraan, yakni satu unit sepeda motor, empat mobil pribadi, tiga mobil pikap, tiga truk sedang, tiga truk besar, dan delapan truk tronton. Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kisah Pilu Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, Dalam 3 Menit, Kapal Langsung Tenggelam
Sementara hingga pukul 14 Wita total sudah ada 5 jenazah di RSU Negara,n dimana sebelumnya hanya 4 jenazah yang berada di RSU Negara. Korban meninggal dunia kelima merupakan seorang perempuan tiba pukul 14 Wita di RSU Negara. Jadi total ada 2 jenazah laki-laki dan 3 jenazah perempuan.
Tim.






