Kisah Pilu Anak Kecil Ditinggal Ayahnya, Bertahan Hidup Bekerja di Bengkel Las

Persindonesia.com Jembrana – Kisah pilu dialami anak yang masih duduk di kelas 6 SD sejak ditinggal ayahnya 6 tahun silam, dimasa pandemi Covid-19 untuk membantu ibunya rela bekerja sambil belajar untuk biaya hidup sehari-hari.

Anak tersebut bernama I Putu Sandi Dipa asal Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo yang masih duduk di kelas 6 SDN 1 Penyaringan. Putu Sandi merupakan anak satu-satunya dari pasangan Ni Komang Arini dengan Ketut Siden Sanjaya (Alm).

Dimasa pertumbuhannya yang biasanya dihabiskan untuk bermain seperti anak lainnya, Putu Sandi memilih bekerja di bengkel las. Sambil belajar tugas sekolah menghabiskan waktunya untuk bekerja di bengkel. Dirinya mendapatkan upah sebanyak 16 ribu sampai 20 ribu rupiah, itupun kalau pekerjaannya banyak.

Update Penanggulangan Covid-19 Di Bali, Selasa 3 Agustus 2021

Saat didatangi awak media, Putu Sandi menuturkan, sejak mulainya pandemi dirinya bantu ibu mencari uang bekerja di bengkel las. Bekerja bantu bersih-bersih dan gulung kabel di bengkel. “Ya kerja serabutan. Ini inisiatif sendiri. Daripada keluyuran,” jelasnya, Selasa (3/8/2021).

Selama pandemi ini, dirinya tidak bersekolah melainkan belajar dari rumah, tugas biasanya diambil langsung kesekolah dikerjakan dirumah, dan kemudian dibawa kesekolah. “Bekerja sambil belajar, kadang dikerjakan dirumah sebelum pergi kerja,” ujarnya.

Dirinya sangat berharap mempunyai handphone untuk belajar during, mengikuti teman-teman yang lain. “Saya berdoa dan sambil bekerja mengumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk beli handphone. Saat pergi kesekolah saya pingin punya sepeda seperti teman-teman dan juga bisa dibawa bekerja,” ucapnya.

Pertama di Indonesia, Aplikasi I-BAN Beri Keadilan Kepada Masyarakat Jembrana

Terkait keberadaan ibunya, dirinya menuturkan, ibunya hanya kerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Mengingat dimasa PPKM lebih banyak nganggur dan berpikir untuk makan setiap hari.

Saat dikonfirmasi terkait keberadaan keluarga tersebut, Kelian Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo I Kadek Winastra membenarkan keadaan tersebu. “Mereka tinggal dirumah bantuan pemerintah, sehari-harinya Putu Sandi memang bekerja di bengkel las untuk membantu ibunya,” jelasnya.

Terkait keberadaan keluarga tidak mampu tersebut yang merupakan anak yatim yang diinformasikan oleh warga, Yayasan Relawan Bali (YRB) Jembrana langsung membelikan handphone agar Putu Sandi bisa mengikuti pelajaran during, selain bantuan handphone juga diberi sejumlah dana. Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *