Persindonesia.com Denpasar – Antrean BBM di sejumlah daerah di Bali belum juga mereda hingga Selasa (13/10/2026), meski PT Pertamina sebelumnya mengklaim pasokan BBM di Bali sudah pulih sejak 11 Oktober 2026.
Di Klungkung, Pertalite kosong di tiga SPBU utama, yakni SPBU Besang di Jalan Ngurah Rai Semarapura Tengah, SPBU Siku di Jalan Rama Semarapura Kangin, dan SPBU Batu Tabih di Takmung, Banjarangkan. Warga terpaksa antre Pertamax sejak pukul 07.00 WITA.
Seorang warga, Budiarta, mengaku kekosongan sudah terjadi sejak sehari sebelumnya dan kondisinya belum pernah separah ini. “Hampir tidak pernah kondisinya separah ini,” ujarnya.
Pemkab Jembrana Salurkan 600 Ribu Liter Air Bersih Tangani Dampak Kekeringan
Antrean panjang juga terjadi di Tabanan dan Denpasar. Di Tabanan, antrean mengular hingga malam hari di kawasan Bypass Soekarno, Kediri, dan Pesiapan. Di Jalan Raya Tanah Lot, sejumlah wisatawan bahkan memilih putar balik. Kekosongan juga dilaporkan di SPBU Hayam Wuruk, Puputan Renon, Kereneng, dan Gatot Subroto di Denpasar.
Di Jembrana, pasokan Pertalite, Pertamax, dan Solar bersubsidi memang kembali tersedia hari ini setelah 14 SPBU kehabisan stok kemarin. Namun Pertamax kembali ludes sekitar pukul 11.00 WITA dan Pertalite menipis, dengan antrean sudah mengular sejak pukul 05.00 WITA. Saat Pertamax kosong, warga hanya bisa membeli Pertamax Turbo dengan harga resmi Rp19.600 per liter di Bali.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil jajaran Pertamina Patra Niaga ke Jayasabha, Senin (12/10/2026), menyusul kelangkaan BBM yang meluas.
Terkuak! Ternyata Ocehan Tak Sedap Picu Kematian Warga Sukawana yang Tertindih Motor
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim stok BBM nasional masih bertahan untuk 20 hari dan cadangan terus diisi kembali.
Beredar pula sebuah rekaman video yang memperlihatkan warga rela bermalam di sebuah SPBU di Bali karena BBM tak kunjung datang.






