KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 4 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang

Persindonesia.com Jembrana – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Kamis (3/7/2025) dini hari, sekitar pukul 00.16 WITA. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk ini membawa 65 jiwa, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton.

Hingga pukul 08.53 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan 22 orang korban di berbagai wilayah Kabupaten Jembrana, dengan 4 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Sebanyak 4 korban selamat ditemukan di pesisir Pantai Gilimanuk, tepatnya di belakang Jembatan Timbang Gilimanuk, sekitar pukul 04.30 WITA. Sementara itu, 1 korban selamat lainnya ditemukan di perairan Candikusuma.

Diduga Alami Kebocoran KMP. Tunu Pratama Jaya Terbalik dan Hanyut di Selat Bali

Pencarian yang intensif juga membuahkan hasil di Pantai Pembuahan, Banyubiru, di mana 17 orang ditemukan. Dari jumlah tersebut, 5 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sisanya dalam kondisi selamat.

Saat dikonfirmasi, Kelian Banjar Pabuahan, Kanzan, membenarkan penemuan korban di Pantai Pembuahan oleh nelayan setempat. “Dari 17 orang penumpang yang ditemukan nelayan itu, dua orang meninggal dunia, satu orang kritis dan lima orang meninggal dan sisanya selamat,” ujarnya, Kamis (3/7/2025). Ia juga menambahkan bahwa nelayan yang melaut terus diimbau untuk memantau jika menemukan penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.

Sementara Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Sukadana, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan 1 korban selamat di Pantai Candikusuma. “Korban yang selamat semua dibawa ke Posko ASDP Gilimanuk untuk pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Miris! Dua ABG Terlibat Kecelakaan di Jembrana, Motor Tanpa Surat dan Tanpa SIM

Salah satu korban selamat, Saiful (asal Jember), menceritakan detik-detik mengerikan insiden tersebut. “Sekitar pukul 00.30 WITA kapal tiba-tiba miring dan saya langsung loncat dan tidak sempat memakai jaket pelampung. Saya bisa berenang,” kenangnya.

Saiful menambahkan bahwa ia menemukan jaket pelampung mengambang di laut setelah melompat. “Saat itu kapal dihantam ombak besar. Saya melihat beberapa penumpang yang menggunakan jaket pelampung,” lanjutnya.

Saiful ditemukan terombang-ambing oleh seorang satpam di Melaya sekitar pukul 04.00 WITA. “Saya naik kapal bersama teman, sekarang teman saya entah di mana apa selamat atau gimana saat itu kejadian cepat sekali miring sedikit langsung tenggelam,” ujarnya dengan nada khawatir.

Telah Ditawar Ratusan Juta, Kerbau Pacuan Milik Warga BB Agung Mati Diduga Diracun

Pantauan awak media, sampai saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang selamat dibawa ke Gilimanuk sementara korban yang sakit dan meninggal dibawa ke RSU Negara. Sementara petugas masih melakukan pendataan manifes di Ruang VIP ASDP Gilimanuk. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *