Kodim 1014 Dukung Program Pemerintah Melalui Budidaya Ayam Petelur

Kobar Persindonesia.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah, Komando Distrik Militer (Kodim) 1014/pangkalanbun melaksanakan kegiatan budidaya ayam petelur sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk menciptakan ketersediaan pangan yang berkelanjutan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Senin (10/02/2025)

Menurut Dandim 1014 Letkol Inf Makin S,.SOS,.M,I,P,. kegiatan budidaya ayam petelur ini merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan di tingkat lokal. “Kami melihat bahwa budidaya ayam petelur ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi telur yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar,” ungkapnya.

Pelaksanaan budidaya ayam petelur ini dilakukan oleh Babinsa Koramil 1014/02 Kumai koptu Na’im di Jl.DPR Rt.11 desa batu blaman kec.kumai Kab.kotawaringin barat. Sebanyak 2.600 ekor dengan melibatkan anggota TNI dan beberapa masyarakat. Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat yang turut berpartisipasi dalam perawatan ayam dan distribusi hasil produksi telur. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, kebutuhan akan pangan di wilayah tersebut dapat lebih terjamin, serta mampu mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa selain berfokus pada budidaya ayam petelur, pihaknya juga berencana untuk mengembangkan program serupa di sektor lain, seperti pertanian dan perikanan, guna mendukung ketahanan pangan secara lebih luas. “Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, sekaligus menunjukkan komitmen Kodim 1014 dalam mendukung keberhasilan program pemerintah di bidang pertanian dan pangan. Agm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *