Kondisi Jalan Memprihatinkan, Warga Ubud Pantas Pertanyakan Transparansi Anggaran Pemeliharaan Infrastruktur

Gianyar, persindonesia.com – Warga Kecamatan Ubud, khususnya di sekitar Jalan Raya Campuhan, semakin resah akibat kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki. Jalan utama yang menghubungkan kawasan wisata ini kini dalam kondisi rusak parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ironisnya, belum ada tindakan konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, khususnya bidang Bina Marga, yang bertanggung jawab atas infrastruktur jalan.

Kondisi jalan yang berlubang, retak, dan bergelombang itu bahkan disebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Sayangnya, baik pemerintah desa setempat maupun instansi teknis terkait dinilai memilih bungkam. “Kami tidak tahu ke mana harus mengadu lagi. Sudah lama rusak dan makin parah, tapi tidak ada tanda-tanda akan diperbaiki. Ini jalan utama, bukan jalan gang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, takun dikriminalisasi.

Tak hanya di Ubud, kondisi serupa juga ditemukan di beberapa titik lain di wilayah Gianyar. Masyarakat menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak menyelesaikan akar masalah. Pertanyaan besar pun mengemuka: ke mana anggaran tahunan untuk pemeliharaan jalan dan irigasi digunakan? “Setiap tahun ada anggaran, tapi jalan tetap rusak. Kami butuh transparansi. Jangan sampai anggaran besar hanya tercatat di atas kertas tanpa wujud nyata di lapangan,” keluh seorang pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di Jalan Raya Campuhan.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Gianyar, segera meninjau kondisi di lapangan dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang krusial bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan keseharian masyarakat.

Dengan citra Gianyar sebagai salah satu kabupaten penyangga utama pariwisata Bali, ketidakpedulian terhadap kondisi infrastruktur seperti ini bisa berdampak luas—baik terhadap keselamatan masyarakat maupun terhadap wajah pariwisata daerah secara keseluruhan.  @krg


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *