Lahan di TPU Seitemiang Penuh, Pemerintah Batam Akan Mencari Lahan TPU Baru

 

Persindonesia.com Batam – Lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang semakin krisis. Bahkan Yayasan Khairul Umma selaku pengelola pemakaman, sudah mulai bingung untuk menyediakan tempat pemakanan.

Anggota Koramil 04/Ciledug Sosialisasi Covid Di Kampung Pancasila

Zailani, sekretaris Yayasan Khairul Umma mengatakan, TPU untuk muslim hanya bertahan tiga sampai empat bulan saja. Bahkan lahan cadangan yang dibangun diatas rawa-rawa di bagian bawah pemakaman, juga sudah hampir habis terpakai.

“Kami sudah mulai kewalahan. Untuk itu, kami harus mengakali kekurangan lahan ini,” terangnya, Minggu (25/4).

 

Zailani melanjutkan, lahan cadangan tambahan dari pinggir jalan Ahmad Dahlan juga hanya berkapasitas terbatas. Lahan tersebut hanya mampu menampung sekitar 600 makam, karena memang tidak begitu luas.

“Untuk stok 600 makam ini hanya bertahan tiga hingga empat bulan saja. Lahan tambahan kedua ini mungkin akan segera digunakan dalam waktu dekat, sebab lahan dekat lokasi rawa-rawa sudah hampir habis terpakai,” tegasnya.

Babinsa Pondok Pucung Kaswadi Melakukan Serter Di Wilayah Binaan 

Untuk selanjutnya, kata Zailani, ia hanya bisa menunggu arahan dari Pemko atau BP Batam soal penambahan lahan. Jika masih belum ada tindakan, maka Yayasan Khairul Umma benar-benar kewalahan untuk menyediakan tempat pemakaman.

“Pemko Batam memang sudah mewacanakan lahan pengganti, namun hal itu belum terealisasi sampai saat ini,” jelasnya.

 

Sebagai pengelola, tentunya Zailani tak bisa berbuat banyak. Sebab ia tidak punya wewenang untuk menentukan lokasi pemakaman yang baru. Mereka hanya bisa mengakali situasi makam yang ada agar pemakaman bisa tetap dilayani sementara waktu.

“Harapan saya agar Pemko Batam segera memutuskan lokasi pemakaman yang baru, sebagai solusi jangka panjangnya,” ungkapnya.

Serka Mardani di Wilayah, Tekan Penyebaran Covid- 19 Di Wilayah

Pantauan di lokasi, pemakaman Seitemiang sudah sangat padat. Bahkan lokasi pemakaman baru dekat rawa-rawa jaraknya sangat dekat antara satu makan ke makam yang lain. (Jafrri Batam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *