Jakarta persindonesia.com , 26 September 2025 โ Program pendaftaran tanah dan layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data terkini menunjukkan, nilai ekonomi yang dihasilkan dari sektor ini telah menembus angka Rp576 triliun hingga tahun 2024 dan diprediksi terus meningkat di tahun berjalan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam amanatnya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) 2025 di Jakarta, Rabu (24/9). Ia menjelaskan bahwa penerimaan negara dari kegiatan pertanahan meliputi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pajak Penghasilan (PPh), hingga pendapatan dari pencatatan Hak Tanggungan.
โKontribusi sektor pertanahan bukan hanya besar secara angka, tapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Inilah bukti bahwa pengelolaan tanah yang baik bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional,โ ujar Nusron.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian hukum atas tanah, yang kini menjadi aspek vital dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan sertifikasi tanah, petani dapat memperoleh akses permodalan untuk kebutuhan produksi, sementara pelaku UMKM memiliki jaminan legal yang dapat dimanfaatkan sebagai agunan usaha.
โTanah yang memiliki status hukum yang jelas memberi keberanian bagi masyarakat kecil untuk bermimpi dan membangun masa depan,โ tambahnya.
Memasuki usia 65 tahun sejak diberlakukannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), Menteri Nusron mengingatkan bahwa peran ATR/BPN bukan semata administratif, tetapi juga strategis dalam membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
โKetika tanah dikelola dengan benar, sawah terlindungi, dan ruang ditata dengan cermat, di situlah tercipta ketahanan pangan, kepastian investasi, dan pemerataan kesempatan. Tugas kita adalah menjaga agar tanah dan ruang benar-benar menjadi sumber kehidupan, keadilan, dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia,โ pungkasnya.
(Humas ATR/BPN Gianyar Bali)
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasionalย






