GIANYAR persindonesia.com – Suasana semarak dan penuh keceriaan tampak di halaman TK Kemala Bhayangkari 4 Gianyar, saat anak-anak didampingi guru, orang tua, dan jajaran Polres Gianyar sibuk merangkai penjor – simbol sakral dalam tradisi Hindu Bali. Kegiatan yang berlangsung pada awal pekan ini merupakan bagian dari perayaan menjelang Hari Raya Galungan.
Uniknya, pembuatan penjor ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar AKBP Umar, S.I.K., M.H., bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gianyar, Ny. Elisa Umar. Mereka tak segan turun tangan menghias bambu panjang khas upacara Galungan dengan janur, buah-buahan, hingga bunga-bungaan yang menjadi lambang kemakmuran dan penghormatan kepada Sang Pencipta.
Budaya yang ditanam sejak usia dini, tak hanya sekadar kegiatan seremonial, Kapolres Gianyar menegaskan bahwa kegiatan ini punya makna lebih dalam, yakni menanamkan nilai-nilai budaya Bali kepada generasi muda sejak dini. “Penjor bukan hanya hiasan, tapi simbol keselarasan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kami ingin anak-anak memahami itu sejak kecil,” ujar Kapolres Umar saat ditemui di sela kegiatan.
Anak-anak TK terlihat antusias menyentuh dan ikut merangkai hiasan penjor bersama guru dan anggota Bhayangkari. Mereka diajak mengenal setiap unsur penjor, mulai dari makna janur, tebu, kelapa, hingga simbol-simbol spiritual lainnya yang memperkaya tradisi Bali. Polri dekat dengan rakyat lewat budaya, menurut Ketua YKB Cabang Gianyar, Ny. Elisa Umar, kegiatan ini juga menjadi jembatan mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan sisi humanis Polri, melalui pendekatan budaya yang menyentuh hati masyarakat. Karena di balik seragam polisi, kami juga bagian dari masyarakat Bali yang menjunjung tinggi adat dan tradisi,” jelasnya.
Inspirasi Bagi Komunitas
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih aktif melibatkan anak-anak dalam kegiatan budaya. Selain memperkuat identitas lokal, hal ini juga menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh globalisasi yang mengikis akar tradisi.
Dengan semangat kebersamaan dan nuansa kultural yang kental, Polres Gianyar menegaskan komitmennya untuk tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat warisan budaya yang menjadi ruh kehidupan masyarakat Bali.
@krg






