Libas Plastik Loloan Harapkan Edukasi Sampah

Persindonesia.com Jembrana – Merubah paradigma masyarakat terutama sampah merupakan tantangan baik pemerintah di lingkungan Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana. Libas (Lingkungan Bebas Sampah Plastik) tetap mengedukasi baik masyarakat, pelajar, para tokoh Bendesa Adat, Ketakmiran masjid serta warga.

Lurah Loloan Timur Ida Bagus Wibawa Manuaba menjelaskan kegiatan Lingkungan Bebas Sampah Plastik (Libas) lingkungan yang bersih, tidak ada lagi tempat sampah-sampah liar. Terutama di lingkungan sungai mati, supaya masyarakat bisa sadar. Jika ini dibiarkan liar dan sembarang membuang sampah, maka ini berdampak pada lingkungan terutama kesehatan itu sendiri.

Polda Jatim Tingkatkan Kemampuan Operator Fungsi Operasional, Bentuk Pribadi Polri yang Presisi

“Tujuan dengan menutup tempat ini, maka sudah barang tentu masyarkat tidak lagi membuncah sampah secara liar. Dengan cara melibatkan tokoh-tokoh masyarakat adanya Bendesa adat Lokasari I Nengah Mahadiarta, Takmir masjid Al dakwah yang diwakili Abdurahman Fauzi dan Baitul qodim Awaludin serta tokoh Keluarga Besar NU Loloan timur. Ada juga pihak terkait dan juga difasilitasi oleh Stop Sampah Plastik,” ujarnya.

Manuaba juga menambahkan dari tokoh-tokoh masyarakat juga akan menempatkan tempat sampah di pura dan masjid. Program-program sampah di layanan masyarakat kini juga sudah tertata mulai baik. Dan tak henti-hentinya untuk terus sosialisasi dan edukasi mengenai sampah. Dan juga pengawasan lebih ditingkatkan lagi dan peran masyarakat yang ikut terlibat. Dengan itu pengawasan masyarakat itu ikut tentu bisa mengatasi. Bahkan yang nakal membuang sampah silahkan di foto laporkan. Dan hukuman tentu bagi masyarakat yang membuang akan terkena sangsi membersihkan lingkungan itu kembali.

Kapolda Jatim Pimpin Upacara Penyambutan Personil Polda Jatim Satgas Garbha FPU 2 Minusca dan Satgas Garbha FPU 12 UNAMID /UN

Edukasi ini juga melibatkan anak-anak sekolah MIN dengan memungut sampah plastik. Salah satu siswi Azizah menjelaskan karena sampah plastik sulit terurai jika di tanam dan tanah menjadi tidak baik dan tidak subur. Dengan ikut berperan penting pungut sampah bersama warga.

“Selain diajarkan di sekolah dimana dampak sampah plastik yang menumpuk bahkan merusak ekosistem tanah. Bahkan bisa mencapai 100 tahun akan tetap utuh. Bahkan sangat mencemari lingkungan apalagi di bakar, dan jika tersumbat di sungai maka akan mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Gelar Rapim, Kapolda Riau : Para Panelis Memberikan Masukan Sangat Berharga Bagi Kami

Ini juga ditegaskan Kaling Loloan Timur Mutahidin, dengan menyerahkan pelayanan tempat sampah dengan tujuan edukasi stop sampah dengan sedekah sampah. Bahkan upaya selain edukasi dan juga ada pembelajaran baik itu siswa maupun warga agar lebih paham tentang bahaya sampah plastik.

“Sampah menumpuk dengan menggugah kesadaran wadah warga lebih peduli dengan adanya tempat sampah dan tidak lagi membuang sampah sembarangan apalagi kondisi sungai mati yang bukan untuk pembuangan sampah yang justru mencermati lingkungan,” pungkasnya. (ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *