Made Profil Bantah Tegas Postingan Made Agus Putra Yasa, Saya Murni Bantu Korban

Persindonesia.com Terkit pemberitaan dari media persindonesia.com beberapa waktu lalu yang memberitakan kayu sisa banjir bandang, dengan judul “Warga Jadi Penonton, Kayu Sisa Banjir Dipotong, Pekerja Ngaku Bantu Korban Bencana”, berita tersbut dishare oleh di group facebook Kabar Jembrana dengan akun Made Agus Putra Yasa dengan capture “Sampai segitunya made Profil cari usaha gak peduli dengan keadaan dan musibah yang menimpa, asal sikat saja. mau ngumpulin modal buat pileg jangan begini-gini amat dong gimana mau nyari simpati masyarakat coba kalau begini caranya”.

Capture tersebut langsung viral dan memjadi berita negative kepada personal Kadek Perdana yang kerap dipanggil Made Profil. Hal tersebut langsung dibantah secara tegas oleh Kadek Perdana 37 tahun, dirinya mengatakan itu semua tidak benar, dirinya murni membantu membersihkan lokasi dengan memotong kayu. “Itu postingan akun Made Agus Putra Yasa tidak benar, saya murni membantu korban dimana rumah korban penuh dengan kayu hutan dan agar sesegera mungkin warga bisa memasuki rumahnya kembali,” terangnya dikonfirmasi awak media saat menyerahkan bantuan korban di Desa Penyaringan. Kamis (20/10/2022).

Cerita Korban Bencana, Tiga Kali Terkena Banjir Bandang, Warga Bilukpoh Siap Pindah

Pihaknya melakukan pembersihan di lokasi rumah warga atas persetujuan dan ijin dari BPBD Kabupaten Jembrana dan juga Bupati Jembrana. “Saya sudah mendapat persetujuan dari BPBD Jembrana dan bapak bupati, disana saya diperbantukan untuk ikut membersihkan rumah warga dari kayu besar. Kayu yang dipotong tadinya hendak dibawa ke lokasi yang lebih luas dikumpulkan disana. Tadinya kita berniat membawa kayu tersebut ke utara jalan, akan tetapi dikarenakan arus lalu lintas padat, makanya kami tidak melanjutkan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Pihaknya sebelumnya sudah dimintain tolong oleh BPBD dan Bupati Jembrana, untuk ikut membersihkan lokasi dan rumah warga yang ditimpa kayu hutan. “Sebelumnya bapak bupati dan BPBD meminta agar saya ikut membantu membersihkan lokasi tersebut, bapak bupati minta alat untuk memotong kayu sebanyaknya dan memindahkan kayu tersebut ditempat yang luas, agar segera rumah warga bersih dari kayu hutan. Saya tahu itu kayu hutan tidak mungkin saya berani menjual, ini saya murni membantu warga agar cepat rumahnya bersih,” ucapnya.

Belasan Tiang Listrik Roboh Saat Bencana Bilukpoh, Ini Penjelasan Manager PLN Negara

Perlu diketahui, lanjut Made, untuk memindahkan kayu hutan tersebut memerlukan surat ijin, dikarenakan surat tidak ada, dirinya tidak berani melawan hukum. “Sebelum berlanjut untuk memindahkan kayu tersebut, saya mempertanyakan surat ijin untuk memindahkan kayu tersebut, dikarenakan tidak ada surat jadinya saya tidak berani memindahkan kayu hutan tersebut dari lokasi, jadinya kayu tersebut saya biarkan disana dan kembali saya turunkn dari truk, karena takut nantinya terbentur hukum. Perlu diingat juga dalam hal ini saya hanya membantu atas intruksi dari BPBD dan bapak bupati,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mendata warga yang terdampak bencana untuk diberi bantuan bersama yayasan. “Astungkara sebanyak 40 orang yang kami data sudah mendapat bantuan yang kami berikan berupa sembako yang diterima langsung oleh bapak Perebekel Penyaringan. Ini tidak menutup kemungkinan kami dari Yayasan akan terus memberikan bantuan lainnya kepada korban bencana,” pungkasnya. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *