Pembukaan pameran tunggal bertajuk “KACATRI”
BALI, Persindonesia.com – Perjalanan spiritual dan kekayaan tradisi Bali menjadi inspirasi utama dalam pameran tunggal bertajuk “KACATRI” yang digelar seniman Made Wiradana. Melalui puluhan karya yang dipamerkan, Wiradana mengajak pengunjung menyelami hubungan manusia dengan alam, leluhur, serta nilai-nilai sakral yang hidup dalam budaya Bali.
Kurator pameran, I Made Susanta Dwitanyana, mengatakan bahwa setiap karya yang ditampilkan merupakan hasil perenungan panjang dari pengalaman hidup sang seniman yang juga mengemban peran sebagai pemangku. Karena itu, lukisan-lukisan tersebut tidak hanya menawarkan kekuatan visual, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendalam.
Menurutnya, proses kreatif Made Wiradana berkembang dari aktivitas ritual yang dijalani sehari-hari. Unsur garis, simbol, aksara, hingga komposisi warna yang muncul dalam setiap karya menjadi representasi perjalanan batin yang terus bertumbuh, sekaligus memperlihatkan dialog antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer.
Pameran KACATRI turut memperlihatkan evolusi gaya berkarya Made Wiradana, mulai dari penggambaran figuratif hingga eksplorasi simbol-simbol spiritual yang kini menjadi ciri khasnya. Transformasi tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman religius mampu membentuk identitas artistik yang kuat.
Melalui pameran ini, Made Wiradana ingin menegaskan bahwa seni rupa tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga sebagai ruang untuk merawat ingatan budaya, merekam perjalanan hidup, serta memperkuat nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Bali.
Saat membuka pameran, Prof. Made Bandem mengungkapkan bahwa dirinya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Made Wiradana. Menurutnya, kedekatan tersebut telah terjalin selama bertahun-tahun dan menjadi ruang saling berbagi gagasan serta inspirasi dalam berkesenian.
“Saya mengenal Made Wiradana sebagai sosok seniman yang konsisten menggali nilai-nilai spiritual dan budaya Bali dalam setiap karyanya. Kami sering berdiskusi mengenai seni, tradisi, dan bagaimana kebudayaan dapat terus hidup melalui karya-karya kreatif. Bagi saya, Wiradana adalah seniman yang mampu memadukan pengalaman hidup, pengabdian, dan kekuatan artistik menjadi bahasa visual yang sangat khas,” ujar Prof. Made Bandem.
Prof. Bandem menambahkan, pameran KACATRI menunjukkan kematangan proses kreatif Made Wiradana. Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki kualitas estetika yang kuat, tetapi juga menyampaikan pesan filosofis yang mengajak masyarakat untuk memahami kembali hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan Bali.
“Seni yang lahir dari pengalaman hidup seperti ini akan selalu memiliki makna yang mendalam. Saya berharap pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya tanpa meninggalkan akar budaya dan spiritualitas yang menjadi identitas Bali,” kata Prof. Made Bandem.
(Gs Karang)






