
Persindonesia.com Jembrana – Pemantauan dan pengaman malam takbiran yang bertepatan masa pandemi Covid-19 di Masjid Baitul Qoidim Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, dipimpin langsung oleh Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna, Rabu (12/05/2021).
Pemantauan dan pengamanan tersebut diikuti oleh unsur terkait dari kepolisian, ormas dan pecalang dalam rangka pendampingan dan penerapan protokol secara ketat.
Dalam kesempatan tersebut Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna mengatakan, kita terjun langsung untuk pemantauan dan pengamanan malam takbiran yang dilaksanakan secara terbatas di beberapa masjid.
“Hal tersebut sesuai SE No.4 oleh Kementrian Agama RI yang dikeluarkan pada bulan April kemarin tentang panduan bulan suci Ramadhan, dan kemarin keluar SE No.7 yang keluar pada bulan Mei kemarin tentang mekanisme pelaksanaan sholat Hari Raya Idul Fitri dan Takbiran,” ungkapnya.
Polres dan Kodim 0505/JT Amankan Sholat Idul Fitri dan Ibadah Kenaikan Isa Almasih
Jadi bisa sampaikan bahwa, lanjut Haruna, untuk kegiatan takbir keliling ditiadakan atau dilarang sama sekali, namun dibeberapa titik atau daerah yang sudah sesuai dengan zonasinya bisa melaksanakan takbiran secara terbatas di masjid atau mushola dengan kemampuan 10 persen dari kapasitas daya tampung Masjid.
“Ini tidak mengurangi dari makna dan aura takbir dalam rangka puncak Hari Raya Idul Fitri yang kita lakukan besok. Kegiatan kita malam ini juga mengecek langsung penerapan protokol kesehatan di masjid-masjid,” jelasnya.
Pangdam Jaya Hadiri Apel Kesiapan Pengamanan Dan Patroli Malam Takbiran
Lebih jelasnya Haruna mengatakan, hari ini kita fokuskan di Masjid Loloan Timur, dikarenakan daerah Masjid Loloan Timur ini merupakan daerah pertemuan antar wilayah seperti Desa Perancak, Yeh Kuning, Kota Negara dan Kecamatan Jembrana dimana pusatnya ada di Masjid Loloan Timur, tutupnya.
Sementara itu Panitia Perayaan Hari Besar Masjid Baitul Qoidim Haji Musaddad menambahkan, setelah melaksanakan puasa selama satu bulan penuh inilah makna hari raya, kita dilatih menahan segala baik itu yang bersifat makanan dan lainnya, yang paling penting selama satu bulan kita bisa menahan emosi, itulah hikmah Hari Raya Ramadhan mari kita terapkan di hari raya ini.
Ciptakan Aman Kondusif Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1442 H oleh Koramil dan Muspika Cakung
“Kita hampir di dua kali hari raya mengalami situasi Covid-19, ini adalah musibah dunia dan peringatan dari Yang Maha Kuasa, tentunya kita hidup di Negara Indonesia mari kita taati apa yang sudah menjadi peraturan pemerintah, taatilah protokol kesehatan agar kita bisa secepatnya keluar dari musibah ini. Mudah-mudahan kita semua bangsa Indonesia agar terbebas dari musibah ini,” tutup Haji Musaddad. (ed27)






