Lucu! Mantan Guru dan Suami PNS Ngotot Tak Mau Divaksin Alasan Takut Lumpuh Kena Hoak

Persindonesia.com Jembrana – Razia vaksin di Kabupaten Jembrana, Salah satu mantan guru asal Air Anakan berinisial TSF saat diperiksa petugas ngotot tidak mau di vaksin dengan alasan yang tidak masuk akal yaitu takut lumpuh. Dalam operasi tersebut, banyak warga ditemukan tanpa membawa bukti vaksin bahkan mereka tidak mengikuti vaksin dan tragisnya mereka saat mau di vaksin ngotot tidak mau di vaksin.

Seperti halnya salah satu suami sorang PNS berinisial R.A yang merupakan sebagai contoh bagi warga ngotot dan menolak dengan keras untuk di vaksin dikarenakan termakan hoak, selanjutkan Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifudin Haruna dan Kadis Kesehatan memberikan begitu lama edukasi sehingga bersedia di vaksin.

Ketua PD Tarbiyah Perti Sumut. Terima 1ekor hewan Qur’ban dari Kakanwil Kemenag Sumut

Pelaksanaan razia tersebut yang dipimpin langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna serta Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa., memeriksa surat bukti vaksin, bertempat di Makodim Jembrana, juga memeriksa penggunaan masker, helm, menunjukan KTP serta surat kendaraan. Dari hasil operasi vaksin, sebanyak 35 orang berhasil di vaksin.

Ketegangan terjadi saat Bupati Tamba sedang memeriksa salah satu warga berinisial S.O asal Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana didampingi Kapolres Gede Adi saat sempat emosi dikarenakan S.O berbagai alasan menolak untuk di vaksin. Setelah diedukasi oleh Kaling Satria, Kelurahan Pendem lalu digiring ke Makodim untuk menjalani screening dan lolos dan divaksin.

PPKM Level 3, Pintu Keluar Masuk Gianyar Diperketat

Saat dikonfirmasi awak media, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pihaknya tidak lelah mengingatkan masyarakat Jembrana untuk patuh pada dua hal ini saat ini. Disiplin protokol kesehatan serta ikuti vaksinasi. “Ini kunci kita untuk menghentikan penyebaran covid. Agar semuanya bisa sehat,” ucapnya. Kamis (22/7/2021).

Lebih jauh ia mengatakan, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin anticovid-19, Jembrana akan mengganjot razia vaksin. Guna tercapainya kekebalan kelompok, vaksin harus digenjot. Masyarakat harus disiplin prokes. Masyarakat harus sadar dalam hal ini,” katanya.

Saksi Sengketa Pilgub Kalsel Alami Ancaman dan Intimidasi

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, Rabo malam hari (21/7/2021) yang terjaring di Pasar Senggol Negara pada hari sebanyak 20 orang, dan tidak lolos screening sebanyak 4 orang. “Razia kali ini cukup efentif untuk memotivasi warga untuk sadar divaksin,” jelasnya. Ia juga menjelaskan, masyarakat Jembrana yang sudah divaksin dosis 1 sebanyak 196.645 atau sekitar 85,64 persen dan yang belum di vaksin berjumlah 34.009 orang. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *