Masyarakat Diminta Cerdas Sikapi Medsos dan Media Massa

Masyarakat Diminta Cerdas Sikapi Medsos dan Media Massa

Persindonesia.com Jembrana – Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional Provinsi Bali yang dipusatkan di Kabupaten Jembrana pada Hari Jumat (5/4/2023), PWI Provinsi Bali mengadakan Literasi media yang melibatkan seluruh lintas instansi di Kabupaten Jembrana. Sebagai narasumber  Wakil Ketua Bidang OKK PWI Bali Emanuel Dewata Oja dan moderator Wakil Ketua Bidang Media Siber I Nyoman Sunaya, dihadiri oleh Dewan Penasehat PWI Bali Budiharjo, kepala Plut Kabupaten Jembrana. Bertempat di Gedung Sentra Tenun Jembrana.

Saat usai kegiatan, Dewan Penasehat PWI Bali Budiharjo mengapresiasi pemerintah Kabupaten Jembrana yang berkenan menjadi tuan rumah penyelenggara HPN Tahun 2023 tingkat Provinsi Bali. “Hari ini kami dari PWI Bali mengadakan kegiatan literasi media. Kegiatan ini bagi kami merupakan waktu yang sangat baik dalam hal memasyarakatan dan mensosialisasikan kaidah-kaidah jurnalistik,” terangnya. Kamis (4/4/2023).

Babi Mati Mendadak di Sawe Diduga Mengarah ke Penyakit Kolera

Menurutnya, dengan arus informasi melalui media sosial tersebut, banyak masyarakat mengira, apa yang ada di medsos tersebut adalah berita dan karya jurnalis. “Itu jelas bukan karya jurnalistik karena kaidah-kaidahnya tidak ada, dan ini susuatu yang membahayakan kalau kita biarkan. Pemahaman tentang apa itu media sosial dan media massa itu sangat penting. Dalam kesempatan literasi seperti ini sangat bermanfaat, apalagi pesertanya dari seluruh OPD dan dari instansi terkait,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kegiatan tersebut menjadi starting poin untuk melebar ke masyarakat dan meyebar ke seriap orang yanga ada disekitarnya. “Minimal ke bawahannya dulu dan keluaraganya, apalagi sekarang pembaca untuk koran maupaun televisi sudah minim sekali, takutnya nanti masyarakat yang membaca berita dan mendengar informasi melalui medsos tidak termakan hoak apalagi sekarang tahun politik,” katanya.

Kajari Badung Serahkan Tersangka dan BB WNA Mencuri di Bandara Ngurah Rai

Terkait dengan oknum yang mengatasnamakan dirinya wartawan dan memposting di mediasosial (halaman facebook), Budiharjo menghimbau, dengan kemudahan teknologi informasi jangan dipakai untuk mempermudah aktivitas.

“Disini narasumber juga harus selektif jika ada yang meminta informasi, pertanyakan terlebih dahulu dari media mana dan tanya juga surat tugas biar tidak salah memberikan informasi, narasumber harus menverifikasi dulu apa benar ngak wartawan dari lembaga media berbadan hukum dan perhatikan juga tindakannya apa sesuai dengan kode etik jurnalistik,” ungkapnya.

Sekcam Parung Bantah Pernyataan Manajemen Wanagriya, Desa Cogreg Akui Ada Aliran Dana Masuk

Diakui beberapa masyarakat yang awam menilai media sosial merupakan bagian dari pada media massa yang dimanfaatkan oleh orang-orang, dan begitu gampangnya menjadi wartawan, Budiharjo menjelaskan, PWI sudah mempunyai program kerja, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah mempunyai 10 program kerja yang semuanya merupakan program pendidikan.

“Hal tersebut menunjukan betapa pentingnya peningkatan SDM dari wartawan itu sendiri. Tantangan yang paling berat kita hadapi, masyarakat yang menganggap semua informasi dari medsos merupakan hasil jurnalistik. PWI sudah bekerjasama dengan Kominfo, Siber Crime Polda Bali bagaimana bijak untuk bermedia sosial itu sudah kami lakukan,” pungkasnya. Vlo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *