Mekanisme Lomba Ogoh-Ogoh, Ini Kata Kabid Kebudayaan Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Musim pandemi Covid-19 Lomba Ogoh-Ogoh di Kabupaten Jembrana tetap diadakan, akan tetapi penilaian lomba akan diadakan ditempat pembuatan Ogoh-Ogoh. Menariknya yang ikut lomba diberikan bantuan dana sebesar 3 juta rupiah, masuk juara 1,2,3, akan mewakili lomba ketingkat kabupaten akan diberikan bantuan dana 5 juta rupiah oleh kabupaten.

Terkait hal tersebut Kabid Kebudayaan Kabupaten Jembrana IB Kade Biksa saat dikonfirmasi awak media mengatakan, sesuai keputusan Gubernur Bali, MDA Bali, lomba Ogoh-Ogoh kali ini diadakan, akan tetapi penilaian akan diadakan ditempat pembuatan Ogoh-Ogoh itu sendiri tidak ada pengarakan dalam lomba tersebut. “Kami sebelumnya sudah menginformasikan setiap kecamatan agar mempersiapkan seke teruna untuk ikut dalam lomba tersebut,” terangnya. Sabtu (29/1/2022).

Sukseskan GPDRR, Kapolri Siapkan Skenario Pengamanan Hingga Genjot Vaksin Booster di Bali

Terkait perlombaan kali ini di tengah pandemi, lanjut Biksa, penilaian Ogoh-Ogoh hanya dinilai ditempat pembuatan Ogoh-Ogoh, peserta juga hanya ada perancang yang membuat Ogoh-Ogoh, ketua seke truna, bendesa dan perebekel hanya 4 orang yang boleh ditambah dengan tim penilai dari kabupaten. dalam hal ini penilaian tidak berdasaraan pengarakan.

“Setelah penilaian di setiap kecamatan akan dipilih hanya 3 pemenang yang layak mengikuti lomba di tingkat kabupaten. Setiap kecamatan seke teruna yang mengikuti lomba ogoh-ogoh akan diberikan dana bantuan dari kabupaten sebesar 3 juta rupiah. bagi yang terpilih mewakili kecamatan untuk lomba ditingkat kabupaten akan diberikan dana sebesar 5 juta rupiah,” ujarnya.

Jaga Kesucian Alam Dan Sumber Mata Air, Tumpek Uye di Jembrana Ribuan Bibit Ikan dan Satwa Dilepas

Biksa menambahkan, sedangkan lomba ditingkat kabupaten akan mencari 5 pemenang, diantara juara 1, juara 2, juara 3, juara harapan 1 dan 2. Untuk hadiahnya, yang mendapatkan juara 1 mendapatkan uang sebanyak 10 juta rupiah, sedangkan untuk juara 2 mendapatkan uang sebesar 8 juta, dan juara 3 mendapatkan uang sebesar 6 juta. Untuk juara harapan 1 dan 2 mendapatkan uang masing-masing sebesar 4 juta rupiah.

“Ogoh-Ogoh yang akan dinilai oleh para penilai dari kabupaten nantinya, seperti sebelum pandemi penilaiannya ada 3 katagori yaitu seni Ogoh-Ogoh itu sendiri, tarian dan gambelan pengiring, akan tetapi dengan adanya pandemi ini penilaiannya meliputi seni Ogoh-Ogoh itu sendiri, kebersihan dan juga tidak boleh adanya minuman keras, jika ditemukan botol minuman keras ditempat Ogoh-Ogoh saat penilaian akan langsung diskualifikasi,” uraiannya.

Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Dan Amankan 11 Kg Sabu

Lomba ini menurut bapak bupati, kata Biksa, hanya untuk mengobati kerinduan anak muda yang memimpikan kreatifitas dan pecinta seni. “Bapak bupati sudah menekan hari raya nyepi kali lomba diadakan. Dan juga untuk membebaskan anak muda menunjukan kreatifitasnya dibidang pembuatan seni Ogoh-Ogoh, akan tetapi tidak boleh diara. Kalau pun nantianya akan diarak, kembali lagi sesuai dengan SK Gubernur Bali yang isisnya pengarak ogoh-ogoh harus di rapid test terlebih dahulu dengan biaya sendiri,” tegasnya. (S)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *