Wayan Puspa Negara, SP.,M.Si (Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung Bali)
Badung Bali – Secara historis bahwa Program konversi minyak tanah ke gas LPG (liquified Petroleum Gas) dimulai pada tahun 2007. Program ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah.
Program ini dilakukan dengan cara membagikan paket LPG 3 kg, kompor, regulator, dan selang secara gratis kepada masyarakat. Berikut adalah beberapa daerah yang telah dikonversi minyak tanah ke gas LPG:
Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara.
Dalam perkembanganya Gas 3 Kg menjadi kebutuhan esensial rumah tangga hingga pelaku UMKM, tak terkecuali kalangan tertentu juga menggunakan Gas 3Kg. Pada kenyataanya ketersediaan Gas 3Kg sering mengalami insiden, seperti Kelangkaan pasokan, harga yamg tidak stabil dan pengoplosan,.
Kelangkaan saat ini disebabkan oleh apa yang dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Hari Nugroho menjelaskan penyebab kelangkaan ini adalah pengurangan kuota LPG subsidi pada tahun 2025, kelangkaan juga karena apa yang dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sudah memberikan penjelasan bahwa saat ini pemerintah sedang menerapkan pembatasan pembelian gas LPG 3 kg.
Ditengah kondisi seperti itu ada rencana pemerintah untuk tidak membolehkan penjualan Gas 3 Kg di pengecer, hanya boleh dipangkalan, akibatnya terjadi situasi yang lebih parah, yakni gas 3 langka, kalaupun ada, harganya melambung,.
Situasi ini harusnya tidak terjadi jika pasokan stabil, & Distributor tidak bermain, namun kini kembali sudah hampir 5 hari gas 3kg kembali langka dan harganya tak terkendali.
Ini tanggungjawab siapa? Situasi seperti ini tidak boleh terjadi karena yang dirugikan adalah masyarakat kecil & Umkm.
Oleh karena itu saya meminta Pertamina untuk menjamin pasokan lpg 3 kg di Bali tetap stabil, dan harga bisa sesuai Het. Saya mencoba bertemu dengan Publik Customer support Pertamina ibu Ami dikantornya hari ini senin 03 februari 2025, sekaligus meminta agar dapat dilakukan operasi pasar oleh Diskop Badung. dan Diskop Badung pun ternyata sudah menyiapkan rencana operasi pasar, jadi saya apresiasi Diskop dan jajaran atas tanggapnya terhadap situasi ini.

Pertamina harus segera melakukan pendistribusian ke tingkat pengecer, dan operasi pasar untuk stabilkan harga. Bahwa mulai besok 04 Februaru 2025 sesuai info dari Diskoperindag Badung akan dilakulan operasi pasar khusus gas 3kg di kec Kuta, berharap kelangkaan bisa segra teratasi dan harga bisa segera kembali normal. (Puspa negara)






