SAMPANG, Persindonesia.com – Seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Nowaria Nada meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik sewaktu mencoba mengecas handphone (HP) miliknya di rumah tinggalnya di Dusun Guapanas, Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Kejadian yang menyedihkan ini terjadi pada hari Kamis sekira pukul 13.00 WIB, menjadikan keluarga dan warga sekitar terkejut dan sedih.
Menurut kronologis yang diperoleh dari keluarga korban, Nowaria pada hari itu sedang bersiap untuk berangkat ke madrasah. Sebelum berangkat, dia berpamitan kepada kakeknya yang bernama Toraji dengan mengatakan akan mandi terlebih dahulu. Setelah itu, korban memasuki kamar dengan tujuan mengecas HP miliknya. Saat memasuki kamar, Nowaria masih belum mengenakan baju, namun tidak kunjung keluar setelah beberapa saat.12/12/2025
Merasa khawatir karena Nowaria tidak muncul lama, neneknya yang bernama Salamah memutuskan untuk memasuki kamar untuk mencari cucunya. Tak disangka, Salamah menemukan Nowaria dalam keadaan kaku dan tidak bernyawa, terlentang di lantai sambil masih memegang HP yang sedang di cas. Keadaan tersebut membuat keluarga langsung terkejut dan tertekan emosional.
Dari pemeriksaan awal dan keterangan keluarga, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat arus listrik yang berasal dari perangkat pengisian daya (charger) HP yang dia gunakan. Kondisi keamanan kelistrikan di area tempat kejadian masih menjadi perhatian, meskipun pihak berwenang belum melakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab pasti terjadinya sengatan.
Sebelum kejadian, Nowaria tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah tersebut. Orang tuanya korban, pasangan suami istri yang belum disebutkan namanya, sedang merantau ke Negara Malaysia untuk mencari nafkah. Kejadian ini tentu menjadi kejutan besar bagi orang tuanya yang berada jauh di luar negeri dan harus menerima kabar duka tanpa bisa langsung hadir di sisi anaknya.
“Meskipun penuh kesedihan dan pilu, pihak keluarga korban menyampaikan bahwa mereka ikhlas menerima takdir yang telah ditetapkan. Mereka juga telah membuat surat pernyataan bahwa tidak akan melakukan tuntutan hukum terkait kejadian ini, menganggapnya sebagai musibah yang harus diterima dengan sabar.
“Kita semua sangat sedih, terutama kakek dan neneknya yang selalu bersama Nowaria sehari-hari. Tapi kita percaya ini adalah takdir Allah. Kami tidak mau mencari kesalahan siapapun, hanya berdoa agar anak kami ditempatkan di sisi-Nya,” ujar salah satu kerabat keluarga yang bersedia berbicara kepada Awak Media dengan kondisi tidak mau disebutkan namanya.
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat umum tentang pentingnya keselamatan kelistrikan, terutama di lingkungan rumah tangga yang dihuni oleh anak-anak. Pentingnya memeriksa kondisi kelistrikan secara teratur, menggunakan perangkat yang memiliki sertifikasi keamanan, dan tidak membiarkan anak-anak sendirian menggunakan perangkat pengisian daya atau peralatan listrik lainnya menjadi hal yang harus diperhatikan lebih ketat.
Warga sekitar juga menyampaikan kesedihan mereka terhadap kejadian yang menimpa Nowaria. Banyak yang mengenalnya sebagai anak yang ceria dan ramah kepada tetangga. Beberapa warga bahkan mengadakan doa bersama untuk kebahagiaan jiwa korban dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pihak kepolisian polsek Omben Sampang Madura telah melakukan pemeriksaan lapangan dan membuat laporankejadian. Meskipun keluarga tidak akan menuntut hukum, pihak berwenang masih akan melakukan investigasi untuk memastikan tidak ada elemen kejahatan atau kelalaian yang berpotensi menyebabkan kejadian serupa di masa depan.
Kematian Nowaria yang muda akibat tersengat arus listrik menjadi pengingat bahwa keselamatan, kelistrikan adalah hal yang tidak boleh disepelekan. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan semua orang lebih waspada dalam menggunakan peralatan listrik, terutama di sekitar anak-anak yang masih belum memahami risiko yang ada.
(Sam)






