Bondowoso Persindonesia – Menanggapi viralnya pemberitaan dari beberapa media online terkait kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bondowoso yang sedang benyanyi lagu dangdut , selesai acara rapat dengan beberapa dewan guru dan pengawas serta staf Kemendikbud, diaula SMP Negri 05 ,yang ada diwilayah kabupaten Bondowoso.
Dalam menelusuri kejadian tersebut Suwarso, selaku awak media mencoba konfirmasi H. Sugiono selaku kadis Kemendikbud kabupaten Bondowoso melalui via WA yang mengatakan bahwa, ” Kejadian tersebut memang saya bernyanyi lagu dangdut , tetapi perlu diketahui bahwa hal itu terjadi setelah selesai acara rapat dalam kerangka acara pembinaan dan sosialisasi program pendidikan, yang akan kita terapkan dilingkungan pendidikan kabupaten Bondowoso, dan pada waktu saya menyampaikan pemaparan program pada acara rapat kerja tersebut , cukup lama sekitar satu setengah jam saya menyampaikan visi misi pendidikan kedepan , terutama dalam program mensukseskan visi misi bupati untuk membumikan Al Qur’an dikabupaten Bondowoso tercinta ini, yang mana peran serta tenaga pendidik dan anak didik sangat perlu dioptimalkan , nah setelah selesai acara saya diminta oleh shabat shabat dewan guru yang hadir dalam rapat tersebut untuk bernyanyi ,dan kebetulan saat itu ada musik elexctone, untuk mengiringi panduan suara menyanyikan lagu Indonesia raya itu mas, setelah saya didesak oleh temen temen guru, saya ikuti keinginan mereka karena pikir saya untuk menghibur dan menghilangkan kejenuhan setelah beraktifitas, mengikuti pemaparan plening program yang saya sampaikan cukup lama itu , saya bernyanyi dan perlu diketahui bahwa dalam acara meiting/ rapat tersebut, sangat mematuhi aturan protokol kesehatan sesuai juknis prokes covid 19. Baik dari jumlah peserta yang hadir dibatasi dan juga 3 m dilaksanakan , dan kalau saya sendiri memakai masker tapi karena saya pada saat itu bernyanyi saya tarik kebawah sedikit ,kan gak logis juga bernyanyi mulutnya ditutupi masker jadi apa intonasi suaranya …candanya.dan saya bernyanyi tetap menjaga norma dan kesopanan sesuai adat istiadat etika masyarakat ketimuran mas…mohon maaf, saya tidak menaiki meja atau sebagainya “, ungkapnya
“Saya tidak ada tujuan yang macem macem ,saya cuma niat untuk menghibur dan membuat hati para dewan guru yang mungkin selama masa pandemi ini mereka stres / frustasi dengan keadaan dan pekerjaan,supaya mereka juga bisa merasakan refreshing dan gembira yang tidak mahal harganya ini ,disamping itu saya ingin menjalin kebersamaan ,persaudaraan, keakraban, dengan semua lapisan baik dari paling bawah sampai yang atas dilingkungan pendidikan kabupaten Bondowoso ini , biar tidak terkesan ada garis pemisah antara atasan dan bawahan , yang tentunya sikap itu sesuai dengan situasi dan kondisi , yakni adaptasi begitu maksudnya”, imbuhnya kepada Suwarso.
Menurut Suwarso, saat mendengarkan apa yang disampaikan kepala dinas ke dirinya menunjukkan Kepribadian Kadis Kemendikbud tersebut diatas sebenarnya sangat baik karena setiap manusia punya hak untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan , terlepas mereka itu adalah seorang figur atau ASN , yang terpenting bagi mereka adalah harus memahami dan mengerti jangan sampai melewati batas apalagi melanggar norma , karena kalau kembali kepada diri kita masing masing, bahwa ASN itu manusia , sama seperti kita yang memiliki rasa , cinta dan kasih sayang , hal semacam itu manusiawi , dan berbicara adat budaya yang ada di negara kita , seharusnya kita bangga karena kita kaya akan budaya , termasuk lagu irama dangdut , merupakan maha karya anak bangsa , siapa lagi yang akan melestarikan dan menjaganya kalau bukan bangsa kita, sayangnya Kadisdikbud hanya salah waktu dan penempatannya, dimana dimasa pandemi korona ini apalagi berlaku berbagai regulasi dimasa PPKM ini untuk memutus penyebaran Covid-19.
(Suwarso )






