Menjelang G20, Puluhan Ekor Kambing Tanpa Dokumen Dikembalikan ke Ketapang

Persindonesia.com Jembrana – Menjelang KTT G20 di Nusa Dua Bali, jalur transportasi hewan kembali diperketat, hal tersebut terkait PMK yang sampai saat ini masih merebak akan tetapi tidak seganas tahun lalu. Oleh sebab itu pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk kembaali diperketat.

Sekitar pukul 19.23 wita pada hari Kamis (3/11/2022) Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk kembali mengamankan sebuah truk Mitshubisi mengangkut sebanyak 27 ekor kambing tanpa dilengkapi  dokumen saat baru turun dari kapal. Truk tersebut dikemudikan oleh Muhammad Munif 34 tahun asal Jember.

Pengamanan KTT G20, Polri Gunakan Face Recognition

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha membenarkan penangkapan tersebut. Dirinya menceritakan, awalnya pada hari Kamis sekira pukul 19.23 wita seperti biasa petugas melakukan pengecekan barang bawaan yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk di Pos 2. Jumat (4/11/2022)

“Semenjak merebaknya PMK kami tidak mengendorkan pengecekan untuk mencegah dan antisipasi meluasnya penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) di wilayah Bali. Truk tersebut sebelumnya turun dari kapal yang ditutupi dengan terpal hitam. Saat dilakukan pengecekan, ternyata didalamnya terdapat ternak kambing sebanyak 27 ekor, setelah dikonfirmasi kepada sopir truk, ternak tersebut tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari daerah asalnya,” terangnya.

Kena Sabetan Sajam Gengster,Satu Korban Nyaris Kehilangan Tangannya

Menurut pengakuan sopir truk, lanjut Dharmanatha, ternak kambing tersebut diangkut dari daerah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dengan tujuan Denpasar dengan ongkos Rp. 2 juta rupiah. “Sopir truk juga mengaku dirinya merupakan jasa ekspedisi pengiriman hewan ternak Jenis Kambing dan sehari hari melayani pengiriman khusus pulau Bali. Kami langsung menyerahkan ke Karantina Gilimanuk untuk selanjutnya dikembalikan ke Ketapang,” pungkasnya. Vlo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *